Selasa, 28 April 2015

Apakah Sesungguhnya Yang Anda Rayakan Saat Merayakan Hari Raya Paskah ?


Dalam persiapan merayakan Paskah tahun ini, saya merasakan ada sesuatu yang bertentangan dengan nurani saya, yaitu sebentar lagi kita akan mensyukuri hukuman salib yang diberikan kepada Yesus. 

Mengapa penebusan harus dilakukan melalui kematian Yesus?

Lilis Suryani SH, Malang


Pertama, perlu membedakan secara tegas bahwa yang kita rayakan dan syukuri bukanlah hukuman salib yang ditimpakan kepada Yesus, tetapi kebangkitan Yesus Kristus. Memang kebangkitan itu didahului hukuman dan wafat Yesus di salib, sehingga dalam terang kebangkitan Yesus ini, kita juga mensyukuri sengsara dan wafatNya di salib yang telah menebus kita. Tetapi, rasa syukur ini tak boleh diartikan seolah kita membenarkan dan mensyukuri hukuman yang ditimpakan kepada Yesus.

Kedua, hukuman yang ditimpakan kepada Yesus adalah buah kebencian dan persekongkolan para pemimpin orang Yahudi pada waktu itu. Yudas digunakan setan untuk mengkhianati Yesus. Demikian pula Pilatus yang tidak bersikap tegas membela Yesus, karena takut kehilangan posisi. Semua ini adalah ungkapan dosa yang menyudutkan Yesus, sehingga Yesus dihukum dan disalib.

Harus ditegaskan bahwa Allah Sang Kebaikan pasti tidak menghendaki yang jahat. Allah tak menghendaki kejahatan para pemimpin orang Yahudi, Yudas, dan sikap tidak tegas Pilatus. Mereka itu tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan jahat mereka, dan tidak bisa disebut sebagai pahlawan. Tetapi, dengan kemahakuasaanNya, Allah bisa menggunakan kejadian-kejadian, bahkan yang jahat dan tidak baik itu, menurut rencana ilahi dan untuk kebaikanNya. (bdk. HIDUP No. 16, 22 April 2007).

Di sini nampak bahwa Allah tetap menghargai kausalitas yang terjadi di antara ciptaan. Penyelenggaraan ilahi tidak menghapuskan kebebasan manusia. Kausalitas vertikal Allah tak membatalkan kausalitas horizontal ciptaan dan hukum alam yang telah ditanamkan Allah dalam ciptaan. Inilah misteri kekuasaan Allah yang tak terbatas dalam pergaulanNya dengan kehendak bebas manusia sebagai ciptaan. Kemampuan ilahi inilah yang tidak bisa ditiru manusia atau dimiliki ciptaan manapun.

Ketiga, wafat Yesus di salib bisa dimengerti dengan baik hanya kalau kita melihat dengan latar belakang dosa manusia pertama, yaitu ketidaktaatan Adam. Wafat Yesus di salib adalah ungkapan ketaatan maksimal yang ditunjukkan Kristus. Kesombongan manusia pertama dibayar dengan kerendahhatian Kristus yang menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah.

Kristus tidak harus mengalami kematian, karena Kristus tidak berdosa. Meskipun kematian ditimpakan kepada Kristus oleh musuh-musuhNya, tetapi Kristus tidak menolak, melainkan menerima secara sukarela. Dengan demikian kematian menjadi bukti tertinggi ketaatan Kristus. Ketaatan Kristus kepada Bapa mencapai titik puncak dalam sengsara dan kematian. Surat kepada orang Ibrani menegaskan, “Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya,” (Ibr 5:8). Rasul Paulus meneguhkan, ketaatan Kristus mencapai puncak dalam kematian, melalui perendahan diri secara total (Fil 2:8).

Kematian adalah tindakan manusiawi terakhir yang secara sukarela manusia menyerahkan seluruh diri. Pada saat kematian, terjadi penyerahan total diri manusia kepada Allah. Manusia tak lagi berkuasa atas dirinya sendiri. Seluruh pikiran, perasaan, rencana, dan hidupnya yang dia kuasai di dunia ini, secara sadar diserahkan kembali kepada Allah. Seluruh kehendak manusia diserahkan kepada kehendak Allah. Maka, kematian menjadi ungkapan tertinggi ketaatan manusia kepada Allah. Jika dilihat demikian, maka kematian bukanlah tanda kekalahan, tetapi tanda kemenangan ketaatan Kristus. Dengan kematianNya secara sukarela di salib, Kristus menebus dosa manusia.

Penulis : Petrus Maria Handoko CM
Sumber : www.hidupkatolik.com, Jumat, 17 April 2015 11:59 WIB.

Kamis, 23 April 2015

Mengenal Doa Rosario Pembebasan. (Doa Sederhana Yang Berkekuatan Dahsyat)


DOA PEMBUKA

Tuhan Yesus, kami mohon ampun atas segala dosa kami. Kami mohon, dalam nama-Mu, agar Allah Bapa, melalui doa Rosario Pembebasan, mengutus Roh Kudus-Nya, mencurahkan ke dalam hati kami karunia mewartakan Sabda-Mu dengan iman dan keteguhan. Kami mohon, Yesus, agar kuasa-Mu menyatakan dirinya dalam hidup kami dan agar Engkau mengerjakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda ajaib melalui doa yang penuh iman ini yang tidak lain daripada pewartaan Sabda-Mu. Dalam doa Rosario pembebasan ini, kami mohon pertolongan-Mu untuk ………….. (ujud doa …… lalu diam sejenak)

AKU PERCAYA

BAPA KAMI

SALAM MARIA

Salam Putri Allah Bapa Salam Maria…
Salam Bunda Allah Putra Salam Maria ….
Salam Mempelai Allah Roh Kudus Salam Maria ….

(Pilih salah satu Peristiwa Rosario)  

PERISTIWA GEMBIRA   (Senin & Sabtu)

1.   Maria menerima khabar dari Malaikat Gabriel
Jika Yesus membebaskan aku, aku akan sungguh-sungguh bebas !
Yesus, kasihanilah aku,  Yesus; sembuhkanlah aku; Yesus, selamatkanlah aku;Yesus, bebaskanlah aku (10 x)
Kemuliaan ……………….
2.   Maria mengunjungi Elisabeth
Jika Yesus membebaskan aku, aku akan sungguh-sungguh bebas !
Yesus, kasihanilah aku,  Yesus; sembuhkanlah aku; Yesus, selamatkanlah aku; Yesus, bebaskanlah aku (10 x)
Kemuliaan ……………….
3.   Yesus lahir di Bethlehem
Jika Yesus membebaskan aku, aku akan sungguh-sungguh bebas !
Yesus, kasihanilah aku,  Yesus; sembuhkanlah aku; Yesus, selamatkanlah aku; Yesus, bebaskanlah aku (10 x)
Kemuliaan ……………….
4.   Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah
Jika Yesus membebaskan aku, aku akan sungguh-sungguh bebas !
Yesus, kasihanilah aku,  Yesus; sembuhkanlah aku; Yesus, selamatkanlah aku; Yesus, bebaskanlah aku (10 x)
Kemuliaan ……………….
5.   Yesus diketemukan di dalam Baik Allah
Jika Yesus membebaskan aku, aku akan sungguh-sungguh bebas !
Yesus, kasihanilah aku,  Yesus; sembuhkanlah aku; Yesus, selamatkanlah aku; Yesus, bebaskanlah aku (10 x)
Kemuliaan ……………….

PERISTIWA SEDIH     (Selasa & Jumat)
1.   Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dalam sakratul maut
2.   Yesus didera
3.   Yesus dimahkotai duri
4.   Yesus memanggul salib-Nya ke Gunung Kalvari
5.   Yesus wafat disalib  

PERISTIWA MULIA  (Rabu & Minggu)
1.   Yesus bangkit dari antara orang mati
2.   Yesus naik ke Surga
3.   Roh Kudus turun atas para Rasul
4.   Maria diangkat ke Surga
5.   Maria dimahkotai di Surga  

PERISTIWA TERANG (Kamis)
1.   Yesus dibaptis di Sungai Yordan
2.   Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dalam pesta pernikahan di Kana
3.   Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
4.   Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
5.   Yesus menetapkan Ekaristi  


SALAM YA RATU

Salam  ya  Ratu,  Bunda  yang  berbelas  kasih,  Hidup,  hiburan  dan  harapan  kami. Kami  semua memanjatkan permohonan, Kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya Ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, Putramu yang terpuji itu, Semoga kautunjukkan kepada kami. O Ratu, O Bunda, O Maria, Bunda Kristus. (Amin)


DOA PENUTUP

Tuhan Yesus, kami ingin memuji dan bersyukur kepada-Mu karena Engkau, melalui kerahiman dan belas kasih-Mu, menciptakan doa yang penuh kuasa ini untuk menghasilkan buah-buah penyembuhan, keselamatan dan pembebasan yang ajaib dalam hidup kami, dalam keluarga kami, dan dalam kehidupan orang-orang yang kami doakan. Terima kasih Yesus, atas cinta-Mu yang tak terbatas kepada kami!

Allah Bapa di surga, kami mencintai Engkau dengan seluruh keyakinan seorang anak. Kami mendekatkan diri kepada-Mu saai ini dan berdoa agar Roh Kudus-Mu mengalir kedalam hati kami.

Dihadapan salib Yesus Kristus, kami ,memperbarui penyerahan kami yang penuh dan tanpa syarat kepada-Mu. Kami mohon agar semua dosa kami diampuni dan ditempatkan di dalam tubuh Yesus yang terluka. Lepaskanlah kami dari segala kemalangan, kecemasan, penderitaan, dan semua yang merampas sukacita dari kehidupan kami. Kami mempersembahkan hati kami kepada-Mu, dalam nama Yesus.

Bapa, kami juga menaruh pada tubuh Yesus yang tersalib semua kelemahan tubuh, jiwa dan roh kami; dan semua penderitaan, ketidakpastian, dan kemalangan kami. Bapa, kami memohon kuasa penebusan Darah Yesus. Semoga Darah ini mengalir kepada kami sekarang untuk membersihkan dan memurnikan hati kami dari semua kejahatan.

Penuhi kami dengan Roh-mu, Tuhan! Penuhi kami dengan cinta-Mu, dengan kuasa-Mu dan dengan kehidupan-Mu!

Datanglah Roh Kudus Allah! Datanglah, dalam nama Yesus! Datanglah dan hidupkanlah sabda Allah dalam diri kami, yang diwartakan melalui Rosario Pembebasan, dan semoga menghasilkan dalam setiap hati rahmat untuk menyembuhkan, menyelamatkan dan membebaskan, dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin
(Aku dalam untaian Tuhan kasihanilah aku, bisa diganti dengan kami, dia, nama orang, keluarga, kelompok, dll tergantung untuk siapa kita berdoa)

Perhatian : 
Rosario Pembebasan sama sekali tidak boleh mengesampingkan Rosario yang biasa

Imprimatur :
Rm Alfons Segar, Pr – Vikjen Keuskupan Ruteng (Ruteng, 01 Nopember 2006)

Rosario Pembebasan, Mengapa Doa ini "Tidak Disarankan" Oleh Gereja ?


Pertanyaan:

Yth. Ibu Ingrid atau Pak Stefanus,
Saya ingin bertanya mengenai doa rosario pembebasan, apakah doa ini dilarang oleh Gereja, saya dgr bahwa doa ini tidak dianjurkan utk didaraskan “Untuk yang satu ini, tidak disarankan untuk didaraskan. Sebab doa ini menggunakan rosario dengan rumusan doa2nya bernafaskan teologi pembebasan, yang saat ini ditentang oleh Gereja”. Apakah benar? Terima kasih.
Hendri

Jawaban:

Shalom Hendri,
Sejauh yang saya ketahui, tidak atau belum ada pernyataan resmi dari pihak Vatikan yang melarang didaraskannya doa rosario pembebasan, namun juga sebaliknya, tidak ada anjuran dari pihak Vatikan agar umat mendoakannya. Teks rosario pembebasan itu sendiri sesungguhnya tidaklah ‘berbahaya’ dan tidak tidak ‘sesat’, sebab sesungguhnya diambil dari kutipan ayat Kitab Suci, khususnya: Yoh 8:36, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (So if the Son makes you free, you will be free indeed). Teks doa rosario pembebasan (rosary of liberation) dapat dibaca di sini, silakan klik.


Hanya masalahnya, contoh-contoh kasus pengabulan doa rosario pembebasan yang ditampilkan di internet itulah yang sepertinya berbau menonjolkan berkat jasmani (terbebas dari hutang, dapat membeli rumah, dapat penghasilan besar, dst) yang memang menjadikannya seperti berbau teologi kemakmuran, ataupun teologi pembebasan, yang secara obyektif memang menekankan kesejahteraan jasmani. Vatikan pernah mengeluarkan pernyataan kritik terhadap ajaran-ajaran Fr. Jon Sobrino SJ., sang pencetus paham teologi pembebasan, namun tidak menjatuhkan sangsi. Vatikan menilai bahwa pernyataan-pernyataan teologis Fr. Sobrino dapat membahayakan iman Katolik. Berita tentang hal ini dapat dibaca di sini, silakan klik.

Kalau boleh disimpulkan, sepertinya rosario pembebasan dengan teologi pembebasan tidak langsung berhubungan. Bahwa ada orang-orang yang menghubungkan itu mungkin saja, tetapi bukan Fr. Sobrino yang mengajarkan doa rosario itu. Teks doa rosario pembebasan sesungguhnya adalah permohonan agar Tuhan Yesus berbelas kasihan, menyembuhkan, menyelamatkan dan memerdekakan (membebaskan), sehingga sesungguhnya sifatnya netral. Sebenarnya jika diartikan secara lebih luas, apalagi jika yang dimaksud adalah pembebasan terhadap ikatan dosa, maka permohonan tersebut adalah sungguh baik, dan tidak terkait dengan teologi pembebasan. 

Hanya jika pembebasan itu diartikan sempit, seolah hanya terhadap kemiskinan ataupun kesulitan keuangan, maka memang menjadi tak sepenuhnya sesuai dengan apa yang disampaikan dalam Kitab Suci. Sebab tujuan utama Kristus datang ke dunia adalah membebaskan/ memerdekakan manusia dari ikatan dosa, dan bukan hanya semata memberikan berkat-berkat jasmani ataupun kesembuhan dari penyakit jasmani. Bahwa jika dalam memerdekakan manusia dari dosa, kemudian Tuhan Yesus berkuasa juga untuk memberikan berkat-berkat dan kesembuhan jasmani, itu adalah hak-Nya dan memang dapat terjadi demikian (contoh lih. Luk 5:24-25), tetapi kita tidak boleh menyempitkan pemahaman kita bahwa Tuhan Yesus datang pertama-tama untuk memberi berkat-berkat dan kesembuhan jasmani.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Penulis : Ingrid Listiati


Comment :

Tanya : 
adjie bramantyo Jan 22, 2014 at 12:20 am
Yth: Katolisitas.org
Maaf mungkin oot, tentang Teologi Pembebasan. Buku berjudul “Teologi Pembebasan” yang diterbitkan Insist Jogja adalah salah satu yang memantapkan iman katolik saya. Buku aslinya yang berbahasa inggris juga telah saya baca, kebetulan ada seorang dosen yang punya. Saat itu ketika umur duapuluhan saya memang sempat ragu dengan Katolik. Tapi buku ini dengan baik menunjukkan keberpihakan Gereja terhadap kaum termarjinalkan. Yah walaupun iman saya hanya kueciiiiil sekali tapi saya tahu saya masih Katolik.

Dalam artikel diatas, ada penyataan bahaya/ketidakbaikan ide ini. Apakah karena teologi pembebasan identik dgn marxism? atau juga identik dgn kekerasan? Bisakah kawan katolisitas menjelaskan lebih lanjut. Adakah surat/pernyataan resmi dari vatikan tentang hal ini? Mungkin yang lebih jelas dari pada link yang sudah diberikan.

Ijinkan juga sy bertanya hubungan Teologi Pembebasan dengan Jesuit. Sepertinya sering dikaitkan. Sejauh sepengetahuan saya Serikat Yesus lah yang paling aktif memajukan pendidikan-pengetahuan di Indonesia, dan siap pasang badan mengoposisi ketidakadilan. Saya sungguh ragu jika teologi pembebasan yang terkait juga dengan SY adalah tidak baik, atau bahkan menyesatkan, melihat banyak perbuatan nyata yang ada. Ad Maiorem Dei Gloriam, Saya mohon penjelasannya.
Thx. Berkah Dalem.

Jawab :
Ingrid Listiati Feb 3, 2014 at 1:54 pm

Shalom Adjie,
Sejujurnya, perlu didefinisikan dahulu, apakah yang Anda yakini Teologi Pembebasan, karena belum tentu sama dengan pemahaman Vatikan. Sebab jika penekanannya hanya pada dasar bahwa Kristus adalah Sang Penebus yang membebaskan manusia dari dosa, maka hal itu tentu tidak salah, dan sesuai dengan ajaran iman Katolik. Namun masalahnya di sini, Teologi Pembebasan, sebagaimana mengambil pengertian dan pelaksanaannya di Amerika Latin, ini menunjukkan hal-hal yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Kristiani.

Silakan membaca selanjutnya di dokumen CDF ini, yang dikeluarkan tanggal 6 Agustus 1984, yang ditandatangani oleh Kardinal Joseph Ratzinger (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI), silakan klik. Dokumen tersebut menjelaskan, mengapa paham ini perlu diwaspadai, dan mengapa pihak Vatikan mengeluarkan instruksi kepada para imam, teolog dan umat beriman, agar dapat melihat hal-hal apa saja yang mempunyai resiko penyimpangan, yang dapat merusak iman dan kehidupan Kristiani.

Tadinya kami bermaksud meringkasnya, namun setelah kami membaca dokumen tersebut, kami melihat adalah baik jika Anda juga membaca dokumen itu secara keseluruhannya, sehingga dapat memahami sepenuhnya, secara runtut tanpa ada yang dihilangkan, mengapa paham yang dianut oleh para pencetus Teologi Pembebasan ini tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Kristiani, atau setidaknya, berpotensi menyimpang. Pihak Vatikan tentu telah secara lebih mendetail menyelidiki tentang paham itu dan pelaksanaannya di Amerika Latin, dan telah melihat buah-buahnya, sehingga CDF mengeluarkan dokumen itu. 

Bahwa iman akan Kristus seharusnya membuahkan kasih kepada sesama, dan dengan demikian membawa juga buah kesejahteraan dalam hidup bermasyarakat, itu adalah kehendak kita semua. Namun jalan ke arah itu tetaplah harus sesuai dengan ajaran iman, dan tidak bisa sebaliknya, bahwa ajaran iman yang harus menyesuaikan diri dan diubah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, apalagi jika kesejahteraan ini hanya semata dihubungkan dengan kesejahteraan jasmani. 

Penitikberatan hanya kepada segi kesejahteraan jasmani ini akan membawa kepada pemahaman keliru akan ajaran Injil. Namun sebaliknya, sebagai umat Kristiani, memang kita ditantang untuk mewujudkan ajaran Injil sebagai sesuatu yang relevan dan kehidupan bermasyarakat, untuk mengusahakan kesejahteraan bersama, termasuk kesejahteraan rohani dan jasmani. Semoga Roh Kudus yang memimpin kita kepada seluruh kebenaran, membantu kita untuk memahami dan menerima keseluruhan ajaran iman, tanpa berminat untuk memangkasnya, entah untuk alasan apapun.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,


Kesaksian :
Veronica Vika Dec 13, 2013 at 3:48 pm
Setahu saya pada teks Rosario Pembebasan itupun sudah tertulis kira2 bunyinya demikian “doa ini tidak boleh didoakan dengan mengesampingkan Rosario yang sesungguhnya” (saya lupa persisnya).

Saya setuju dengan pendapat saudara2 yang lebih banyak menggunakan doa ini untuk keselamatan jiwa. Karena harta sejati kita ada di Sorga.

Rosario “yang sesungguhnya” sendiri banyak dianjurkan untuk membentengi diri dari kuasa yang jahat, godaan sesat, yang membawa kita jatuh ke dalam dosa.
Kiranya demikian pendapat saya,
Berkah dalem Gusti.


Kesaksian
margareta dwi susanti Nov 8, 2012 at 11:25 am
Mungkin saya ingin mensharekan pengalaman doa rosario pembebasan bahwa saya mendaraskan doa ini, yaitu membebaskan dari dosa dan sifat2 buruk dari diri maupun orang terdekat. dan ini sangat meneguhkan karena saya merasa ada kuasa baik yang membantu saya untuk terbebas dari kuasa jahat..

Dari awal saya tidak tau sama sekali bahwa doa ini ternyata sering digunakan untuk membebaskan yang bersifat jasmani…bahwa doa pembebasan digunakan untuk yang bersifat rohani atau jasmani adalah tergantung orang yang mendaraskannya.

Mungkin mengenai doa pembebasan ini baik bila dijelaskan kepada umat awam, bahwa lebih penting untuk mendoakan bagi keselamatan jiwa dari pada sekedar keselamatan jasmani.

Sumber : katolisitas.org

Anda perlu baca juga :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...