Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Desember 2015
Kamis, 30 Juli 2015
Allah Adalah Kasih, Apa Pendapat Anda Menyaksikan Hubungan Kasih di Bawah Ini ?
Anda mengenal gambar di atas ?
Bagi anda yang beragama Kristen Katolik pasti menjawab "Ya, itu gambar Tuhan Yesus yang menolong domba yang hilang, terjatuh ke dalam jurang!'.
Gambar di atas memang menggambarkan kasih Tuhan kepada anda semua umat-Nya, coba bayangkan jika gambar di atas bukan Tuhan Yesus, namun seorang pengembala biasa/ seorang upahan apakah ia rela membahayakan dirinya menolong dombanya yang jatuh ke dalam jurang, dan dengan menolongnya, bisa saja ia malah ikut jatuh ke dalam jurang. Mungkin ya, mungkin tidak, seorang gembala melakukan tindakan "nekad" di atas dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun, tunggu dulu ternyata "kasih itu masih ada dan ada", mereka ternyata memiliki kasih yang melebihi kasih seorang gembala menyelamatkan domba yang menjadi tanggung jawabnya.
Gambar di bawah memperlihatkan mereka yang rela meluangkan waktu, bahkan membahayakan dirinya demi menyelamatkan nyawa "sesamanya", walaupun sesamanya tersebut bukan milik dan menjadi tanggung jawabnya. Silahkan menyimak dan berkomentar.
2 pemuda yang menyelamatkan "kucing liar".
2 pemuda yang beraruh nyawa menyelamatkan domba yang hanyut di sungai
(mirip gambar Tuhan Yesus di atas ya ....)
2 anak yang menyelamatkan anak anjing yang jatuh ke sungai.
Kehebohan masa yang muncul di pinggir sungai/ laut, "hanya karena peristiwa" anak anjing hanyut.
Korban banjir yang lebih mengutamakan keselamatan anak anjing miliknya daripada dirinya sendiri.
Ups toloong selamatkan nyawa anak rusa ini......!
Kehebohan kisah penyelamatan "seekor tikus/ hamster" yang terjepit di lobang gorong-gorong kota.
Bayangkan di sini tikus di anggap hama !
Petugas pemadam kebakaran memberi nafas buatan kepada "ibu kucing"
Biar bukan anakku, ia tetap harus ku susui
Petugas pemadam kebakaran memakaikan masker gas kepada anak kucing.
Petugas pemadam kebakaran memberi minum kepada Koala, korban kebakaran hutan di Australia.
Bayangkan sekali terpeleset, pria ini menjadi "korban banjir".
Balas budi panda kepada insan penyelamat hidupnya.
Kebahagiaan yang "mungkin" tidak dia jumpai dalam hubungannya dengan "sesamanya".
Ikatan batin lebih kuat daripada hubungan ibu-anak (anak badak ada di samping kaki petugas).
Dalam hidupnya hanya dari dialah ia memperoleh kasih sayang.
Pria ini hidup bersama segerombolan anjing di istana miliknya.

Kasih tetap ada walau di saat anda merasa sangat ketakutan dan melenyapkannya.
Selasa, 20 Januari 2015
Doa Yesus ? Sudahkah anda Mengetahuinya ?

Inti hidup kita adalah relasi pribadi dengan Tuhan, sebab tanpa relasi ini tidak ada hidup rohani. Oleh karena itu, saudara-saudariku, marilah kita mencari relasi ini, membinanya, dan memohon agar kita semakin disatukan dengan diri-Nya.
Banyak cara untuk membina hubungan pribadi ini; untuk berdoa. kita dapat berdoa kepada-Nya dalam Ekaristi, Ibadat Harian, Doa Hening atau Doa Yesus, Lectio Divina, Adorasi, Devosi-devosi, serta doa di dalam sikap batin kita. Dalam artikel ini kita akan mengenal Doa Hening atau "Doa Yesus".
Doa hening atau doa Yesus adalah sebuah bentuk doa yang sederhana, tetapi mampu membawa kita pada kedalaman doa yang besar. Doa ini merupakan kekuatan hidup kita. Melalui doa ini Tuhan akan dapat mencurahkan kepada kita cinta dan kebijaksanaan-Nya.
Ketika orang menyentuh jumbai jubah Tuhan, suatu kekuatan keluar dari-Nya dan menyembuhkan segala penyakit. Kini kita tidak lagi memiliki pakaian-Nya, tetapi sebagai gantinya kita memiliki Tubuh dan Darah-Nya, juga kemungkinan untuk mengucapkan nama-Nya dengan iman, cinta kasih, sambil mengenali dengan dorongan Roh Kudus, bahwa Ia sungguh-sungguh Tuhan. Di dalam nama Yesus sendiri hadir seluruh pribadi-Nya. Dengan menyerukan nama-Nya dengan penuh iman dan cinta kasih, kuasa-Nya yang menyembuhkan juga hadir bagi kita.
Petrus dan Yohanes di depan pintu gerbang kenisah, semua rasul dan para kudus memakai kuasa Nama ini untuk menyembuhkan orang-orang sakit atau untuk mengusir setan. Tuhan sendiri mengundang kita untuk berbuat yang sama.
Banyak sekali orang Kristen yang menyucikan dirinya dengan mengucapkan nama Yesus ini secara terus menerus. Yang satu hanya mengucapkan Nama itu saja. Yang lainnya menambahkan suatu permohonan minta bantuan Tuhan untuk saat itu seperti misalnya:
Yang lain lagi, lebih banyak jumlahnya, menambahkan pada Nama Tuhan ini pengakuan iman Petrus, seruan si buta serta pengakuan di pemungut bea. Seruan ini membawa kita kepada kerendahan hati serta cintakasih yang mendalam:
Banyak cara untuk membina hubungan pribadi ini; untuk berdoa. kita dapat berdoa kepada-Nya dalam Ekaristi, Ibadat Harian, Doa Hening atau Doa Yesus, Lectio Divina, Adorasi, Devosi-devosi, serta doa di dalam sikap batin kita. Dalam artikel ini kita akan mengenal Doa Hening atau "Doa Yesus".
Doa hening atau doa Yesus adalah sebuah bentuk doa yang sederhana, tetapi mampu membawa kita pada kedalaman doa yang besar. Doa ini merupakan kekuatan hidup kita. Melalui doa ini Tuhan akan dapat mencurahkan kepada kita cinta dan kebijaksanaan-Nya.
Ketika orang menyentuh jumbai jubah Tuhan, suatu kekuatan keluar dari-Nya dan menyembuhkan segala penyakit. Kini kita tidak lagi memiliki pakaian-Nya, tetapi sebagai gantinya kita memiliki Tubuh dan Darah-Nya, juga kemungkinan untuk mengucapkan nama-Nya dengan iman, cinta kasih, sambil mengenali dengan dorongan Roh Kudus, bahwa Ia sungguh-sungguh Tuhan. Di dalam nama Yesus sendiri hadir seluruh pribadi-Nya. Dengan menyerukan nama-Nya dengan penuh iman dan cinta kasih, kuasa-Nya yang menyembuhkan juga hadir bagi kita.
Petrus dan Yohanes di depan pintu gerbang kenisah, semua rasul dan para kudus memakai kuasa Nama ini untuk menyembuhkan orang-orang sakit atau untuk mengusir setan. Tuhan sendiri mengundang kita untuk berbuat yang sama.

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, ku akan melakukannya.”
(Yoh 14:14)
Banyak sekali orang Kristen yang menyucikan dirinya dengan mengucapkan nama Yesus ini secara terus menerus. Yang satu hanya mengucapkan Nama itu saja. Yang lainnya menambahkan suatu permohonan minta bantuan Tuhan untuk saat itu seperti misalnya:
“Tuhan Yesus, datanglah menolong aku.”
Yang lain lagi, lebih banyak jumlahnya, menambahkan pada Nama Tuhan ini pengakuan iman Petrus, seruan si buta serta pengakuan di pemungut bea. Seruan ini membawa kita kepada kerendahan hati serta cintakasih yang mendalam:
“Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah aku, orang berdosa ini.”
1. Apakah doa itu?
Doa adalah suatu hubungan pribadi dengan Allah yang diungkapkan dalam suatu percakapan, pujian, syukur, permohonan, kerinduan, penyesalan, masuk dalam keheningan dan mendengarkan suara Allah yang berbicara kepada kita. Allah telah menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya sendiri, Ia begitu mengasihi kita dan ingin agar kita memasuki hubungan yang mesra dengan Dia. Hubungan antara manusia dengan Allah itu bukan buah pikiran atau khayalan manusia, melainkan buah karya keselamatan Allah. Allah yang menanamkan kerinduan itu di dalam hati manusia. Allah menghendaki agar kita mengenal Dia sungguh-sungguh dan memasuki aliran hidup yang ada di dalam diri Allah sendiri. Dalam Kristus, Bapa menawarkan cinta-Nya kepada kita. Ia ingin agar kita memasuki persekutuan hidup dengan-Nya. Jadi Allah yang lebih dahulu menawarkan hubungan ini kepada kita. Bagaimana kita dapat menjawab tawaran Allah ini dengan semestinya? Yaitu bahwa Allah telah mengutus Roh-Nya sendiri untuk membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan (Rm 8:26).
2. Yesus adalah teladan kita dalam berdoa
Yesus adalah pendoa yang sejati, dalam seluruh hidup-Nya Ia mempunyai hubungan yang mesra dengan Bapa-Nya. Kita melihat dalam Injil, Yesus sering pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa (Mrk 1:35), Yesus berdoa di atas gunung Tabor bersama murid-murid-Nya (Luk 9: 28-30). Dalam pelayanan-Nya kepada orang banyak Yesus selalu berdoa; ketika mengadakan perbanyakan roti Yesus menengadah ke langit mengucap syukur kepada BapaNya; Yesus berdoa di taman Getsemani ketika akan menghadapi ajal-Nya (Luk 22:39-46). Jadi dapat disimpulkan bahwa doa Yesus memancar keluar dari hubungan-Nya yang mesra dengan Allah Bapa. Semakin Yesus bergaul mesra dengan Bapa-Nya, maka semakin nyata bahwa Yesus selalu hidup di hadirat Bapa. Seperti dikatakan dalam Injil Yoh 4:34, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Apa yang dilihat-Nya dikerjakan oleh Bapa-Nya itulah yang dikerjakan-Nya (Yoh 5: 19).Yesus juga mengundang kita semua untuk mengambil bagian dalam hubungan-Nya yang mesra dengan Bapa-Nya ini. Ia mengutus Roh-Nya supaya dalam kuasa Roh itu kita dijadikan anak-anak-Nya dan mengambil bagian dalam misteri hubungan yang mesra dengan Allah Bapa. “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utu.” (Yoh 17:3).
3. Inti Doa Yesus
Doa Yesus amat populer dalam tradisi Gereja Timur, dan sudah tersebar luas juga dalam Gereja Katolik. Inti doa Yesus ini adalah penyeruan nama Yesus, itulah sebabnya disebut doa Yesus. Penyeruan nama Yesus itu bukan hanya secara mekanis saja, tetapi harus disertai dengan iman, harapan, dan kasih. Penyeruan nama Yesus itu harus merupakan ungkapan kerinduan hati untuk mengenal dan mengalami kasih-Nya. Kita mencurahkan seluruh isi hati kita, kerinduan kita dalam nama suci itu. Doa ini bersandar pada kekuatan nama Yesus, “Barangsiapa berseru kepada nama Yesus akan diselamatkan” (Kis 2:21. Kis 4:12). Dengan menyerukan nama Yesus kita memanggil hadir Yesus sendiri atau lebih tepat kita menghadirkan diri pada Roh yang sesungguhnya sudah senantiasa hadir, tetapi tidak kita sadari kehadiran-Nya. Nama Roh itu akan menyelamatkan, menyembuhkan, menyucikan kita. Rumusan doa Roh secara kongkrit itu demikian: “Yesus, Yesus, Yesus kasihanilah aku.” Ada pula yang memakai rumusan: “Yesus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah aku orang yang berdosa ini.” Seruan ini berasal dari seruan si buta dari Yerikho yang memohon kesembuhan kepada Yesus (Luk 18:38), atau doa si pemungut cukai “Ya Yesus kasihanilah aku orang berdosa ini” (Luk 18:13). Juga dapat hanya disebutkan “Yesus, Yesus” saja, atau bahkan hanya “Yesus” saja. Kata-katanya dapat berbeda-beda, tetapi sangat dianjurkan berpegang pada satu rumusan saja. Banyaknya kata-kata dalam doa kerapkali mengisi roh kita dengan gambaran-gambaran yang tidak berguna serta mencerai-beraikan perhatian, sedangkan kata tunggal menghasilkan pemusatan perhatian ke dalam, demikian nasehat Santo Yohanes Climakus, salah seorang tokoh dalam bidang ini.
4. Latihan penyadaran
Seringkali orang sukar berdoa karena kebisingan dan keramaian jiwanya. Oleh karena itu perlulah diciptakan keheningan dalam dirinya lebih dahulu, supaya dapat memasuki doa yang lebih dalam. Untuk tujuan ini dapat dipakai latihan penyadaran. Tujuan latihan ini adalah untuk memperbesar daya konsentrasi dan kepekaan terhadap alam sekitar dan dengan demikian juga kepekaan terhadap karya Roh di dalam dirinya. Latihan penyadaran itu dapat diarahkan pada suara, memusatkan pandangan pada sesuatu seperti salib, lilin, merasakan sentuhan pada pakaian yang melekat di tubuh, merasakan udara yang sejuk yang menyentuh kulit, menyadari pernapasan, dll. Latihan penyadaran ini dilakukan untuk membantu konsentrasi.
5. Doa dan pernapasan
Doa ini dapat dimulai dengan bantuan rosario. Doa ini dapat didoakan setiap waktu, dalam situasi apapun juga, di dalam bis, atau kereta api, atau ketika kita melakukan aktivitas sehari-hari yang tidak membutuhkan konsentrasi penuh. Misalnya jika sedang mengerjakan pembukuan tentu kita membutuhkan konsentrasi penuh. Doa Yesus bisa dilakukan misalnya sambil mengemudikan kendaraan, menyapu, berjalan, menunggu antrian dokter, dll.
Doa Yesus ini hendaknya bukan hanya aktivitas lahiriah saja, namun harus membawa kita kepada doa yang lebih batiniah. Untuk mencapai tujuan itu kita dapat mengiramakan doa itu dengan pernapasan, seturut keluar masuknya napas.
Ambillah sikap duduk yang baik, entah dengan bersila ataupun dengan dingklik. Yang penting punggung harus tegak. Kalau bersila, usahakan agar kedua lututmu menempel pada lantai. Mata dapat dipejamkan atau dibuka. Kalau dibuka arahkan kira-kira satu meter ke depan di lantai. Mata yang terbuka dapat mengurangi pelanturan.
Mulailah dengan menyebut nama Yesus dengan penuh iman dan cintakasih. Engkau dapat meritmekannya pada irama napasmu, namun ini tidak mutlak. Waktu tarik napas: Yeee, waktu keluar: susss. Atau boleh juga: Tuhannnn --- Yesussss. Dapat pula: Tuhan Yesus Kristus ---- Putera Allah yang hidup ----- Kasihanilah aku ----- orang berdosa ini. Atau: Tuhan Yesus Kristus ----- kasihanilah aku.
Misalnya: waktu menarik napas mendoakan “Tuhan Yesus Kristus”, waktu mengeluarkan napas menyerukan “kasihanilah aku.” Dapat pula lebih pendek “Tuhan Yesus” saja.
Dengan semakin diresapi oleh nama Yesus, semakin dekat pula pribadi Yesus denganmu. Sampai suatu ketika nama Yesus menjadi selalu menggema dalam diri kita, menjadi komunikasi tidak kunjung putus antara kita dan Dia.
Bahkan hanya nama Yesus saja, “Ye--sus” atau “Ye--su”. Dengan mengatur doa seturut pernapasan, roh kita menjadi tenang, menemukan damai. Perhatiannya mudah dipusatkan dan ia sedikit demi sedikit menguasai gerak pikiran, fantasi, ide-ide. Ia menjadi terarah ke dalam dan makin menjadi satu, maka terciptalah harmoni.
Doa Yesus ini hendaknya bukan hanya aktivitas lahiriah saja, namun harus membawa kita kepada doa yang lebih batiniah. Untuk mencapai tujuan itu kita dapat mengiramakan doa itu dengan pernapasan, seturut keluar masuknya napas.
Ambillah sikap duduk yang baik, entah dengan bersila ataupun dengan dingklik. Yang penting punggung harus tegak. Kalau bersila, usahakan agar kedua lututmu menempel pada lantai. Mata dapat dipejamkan atau dibuka. Kalau dibuka arahkan kira-kira satu meter ke depan di lantai. Mata yang terbuka dapat mengurangi pelanturan.
Mulailah dengan menyebut nama Yesus dengan penuh iman dan cintakasih. Engkau dapat meritmekannya pada irama napasmu, namun ini tidak mutlak. Waktu tarik napas: Yeee, waktu keluar: susss. Atau boleh juga: Tuhannnn --- Yesussss. Dapat pula: Tuhan Yesus Kristus ---- Putera Allah yang hidup ----- Kasihanilah aku ----- orang berdosa ini. Atau: Tuhan Yesus Kristus ----- kasihanilah aku.
Misalnya: waktu menarik napas mendoakan “Tuhan Yesus Kristus”, waktu mengeluarkan napas menyerukan “kasihanilah aku.” Dapat pula lebih pendek “Tuhan Yesus” saja.
Dengan semakin diresapi oleh nama Yesus, semakin dekat pula pribadi Yesus denganmu. Sampai suatu ketika nama Yesus menjadi selalu menggema dalam diri kita, menjadi komunikasi tidak kunjung putus antara kita dan Dia.
Bahkan hanya nama Yesus saja, “Ye--sus” atau “Ye--su”. Dengan mengatur doa seturut pernapasan, roh kita menjadi tenang, menemukan damai. Perhatiannya mudah dipusatkan dan ia sedikit demi sedikit menguasai gerak pikiran, fantasi, ide-ide. Ia menjadi terarah ke dalam dan makin menjadi satu, maka terciptalah harmoni.
6. Halangan-halangan doa
Menurut St. Theresia dari Avila, Allah bertahta di kedalaman lubuk hati kita. Allah berdiri di depan pintu hati kita dan mengetuk (Why 3:20). Untuk berjumpa dengan Allah, kita harus masuk ke dalam hati kita. Hal ini hanya bisa terlaksana kalau kita mengheningkan hati dari segala macam keributan seperti kecemasan, ketakutan, kekuatiran, dendam, rasa bersalah, iri hati, menyimpan jimat, belajar ilmu gaib bela diri, mempunyai ikatan dengan kuasa gelap, perdukunan, tukang ramal, dan macam-macam dosa lainnya. Untuk itu kita harus membuka hati terhadap Tuhan, minta pengampunan, bertobat dan merasakan kerahiman-Nya / belas kasihan-Nya.
7. Motivasi doa
Hendaklah doa Yesus ini dijalankan dengan motivasi yang murni. Doa itu hendaknya merupakan persembahan diri yang murni kepada Allah. Memberikan waktu secara cuma-cuma bagi Tuhan, memboroskan waktu untuk Tuhan, sebab Dia pantas dicintai demi diri-Nya sendiri. Doa kita harus bertujuan untuk sekedar hadir di hadapan Allah yang dirindukan oleh jiwa kita. Biarpun kadang-kadang doa itu kering sekali, toh doa ini sangat berharga. Sebab dalam keheningan dan ketenangan, Allah dapat menyatakan diri secara rahasia kepada jiwa, dan secara rahasia Allah mencurahkan cinta dan kebijaksanaan dalam hati kita, sehingga tanpa tahu bagaimananya, hati kita mulai berkobar dalam cinta kasih Allah dan lebih merindukan Dia.
8. Gejala-gejala yang kadang-kadang menyertai doa
Dalam doa Yesus kadang-kadang timbul gejala seperti: badan bergoyang ke depan atau ke belakang, ke samping, melihat terang / sinar, melihat vision / penampakan, tangan bergetar, merasa dipeluk Yesus, air mata mengalir, mengalami aliran hangat atau dingin, dll. Kalau ada pengalaman-pengalaman tersebut tidak usah diperhatikan, dalam doa janganlah mencari pengalaman-pengalaman. Kalau ada pengalaman bersyukur, tidak ada pengalaman juga tetap bersyukur. Sebab dalam doa itu kita tidak mencari hiburan / pengalaman, melainkan mencari Yesus yang hadir dalam hati kita. Baik tidaknya doa tidak tergantung dari keadaan in / hambar, lamanya berjam-jam, ada hiburan atau tidak, tetapi dilihat dari buah-buahnya. Kalau terjadi pelanturan jangan menjadi marah atau jengkel, tetapi dengan tenang kembali lagi menyadari kehadiran Tuhan dan menyerukan nama Yesus.
9. Buah-buah doa Yesus
Doa Yesus dapat memulihkan keutuhan manusia. Akibat dosa asal, maka manusia terpecah-belah, kodratnya terluka, sehingga daya-daya jiwa tidak bekerja dengan harmonis, pikiran melayang-layang, perasaan bermacam-macam, susah senang, sakit hati, cinta, dendam, kemauan menjadi lemah, karena pikiran dan perasaan sukar terpusat kepada Allah.
Dalam tradisi Gereja Timur, nama Yesus tidak boleh hanya berhenti di otak, tetapi harus turun ke hati. Jadi pikiran diberi tugas untuk mengulang-ulang nama Yesus dan hati terpusat kepada Allah, maka pribadi kita akan menjadi utuh kembali. Memperbesar daya perhatian dan konsentrasi, ingatan menjadi lebih kuat. Doa Yesus dapat menjadikan kita lebih peka terhadap dorongan Roh Kudus. Kalau hati dan pikiran tenang dan damai, maka suara Tuhan mudah terdengar. Bila orang makin terbuka kepada Roh Kudus, maka buah-buah Roh juga akan nampak dalam kehidupannya sehari-hari antara lain kerendahan hati, kasih, damai sejahtera, sukacita, dll (Gal 5:22). Doa Yesus bila dilakukan dengan tekun dan setia akan menghantar orang kepada kontemplasi yang murni, sebabnya ialah karena roh membiasakan diri untuk mengarahkan perhatiannya kepada satu arah yaitu kehadiran Yesus, akhirnya pelanturan berkurang, dan lama kelamaan hilang. Roh kita akan memasuki tahap keheningan yang mendalam dan orang akan berdoa dalam roh dan kebenaran, mencapai tahap kontemplasi. Keheningan dibutuhkan manusia untuk berkembang secara rohani. Di sini orang dapat mengalami penyembuhan dari kekacauan psikis, kekosongan hidup masa lampau, dibebaskan dari ikatan-ikatan yang tidak teratur dan mengalami cinta kasih Allah yang tak terkatakan. Dalam hidup ini, orang akan dipenuhi oleh kebahagiaan akan kehadiran Allah; mengalami kemanisan kemuliaan surgawi sudah dalam hidup ini. Orang dibebaskan dari segala macam kerisauan, lebih tahan menanggung segala beban dan salib kehidupan. Budinya akan memperoleh terang ilahi yang lebih besar sehingga akan lebih dapat menyelami misteri Allah, baik dalam Kitab Suci maupun karya Allah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Doa Yesus dapat mempengaruhi kehidupan fisik kita. Pernapasan yang teratur akan membantu kesehatan.
10. Keheningan dan kontemplasi
Bila suatu saat orang merasa tertarik untuk diam saja tanpa mengucapkan sesuatu, maka turuti saja dorongan untuk diam itu tanpa menyebut nama Yesus. Asalkan dalam diam itu orang secara samar-samar menyadari bahwa Allah hadir. Dalam hal ini jangan takut untuk diam saja tanpa berbuat sesuatu, janganlah takut untuk menganggur, karena diam seperti itu lebih berharga dari segala aktivitas yang dapat dipikirkan, entah dengan budi, entah dengan ingatan sendiri ataupun dengan kehendak. Justru dalam keheningan inilah Roh Allah tanpa halangan dapat memurnikan serta membebaskan orang dari ikatan-ikatan, serta mencurahkan kebijaksanaan dalam diri seseorang. Tanpa tahu bagaimananya Tuhan menumbuhkan kebajikan-kebajikan dalam diri seseorang. Doa Yesus dapat menghantar orang pada kontemplasi yang murni. Kontemplasi berasal dari kata 'kontemplare' yang berarti memandang Allah dengan sikap sembah sujud penuh hormat / penuh perhatian. Di sini yang dipandang adalah Allah berserta misteri-misteri-Nya. Kita memandang-Nya dengan sikap iman penuh kekaguman. Menyadari kebesaran dan kemuliaan Allah, sehingga orang tidak menemukan kata-kata lagi, satu-satunya sikap yang pantas adalah hanya diam penuh hormat dan kekaguman. Dalam sikap diam ini terkandung sikap penyerahan diri, sembah sujud dan keterbukaan terhadap Allah. Membiarkan diri diperlakukan oleh Allah menurut rencana dan kehendak-Nya.
11. Sikap tubuh dalam doa Yesus
- Bisa duduk dengan dingklik / kursi atau bantal doa.
- Bisa duduk bersila lotus penuh atau setengah lotus.
- Punggung tegak.
- Pandangan lurus ke depan.
- Tangan diletakkan di pangkuan dengan posisi terbuka atau tertelungkup.
- Pejamkan mata.
- Bernapas biasa.
12. Petunjuk praktis untuk orang yang memimpin doa Yesus
Pada permulaan bisa diangkat lagu pujian dan penyembahan, satu atau dua lagu riang, satu lagu penyembahan, kemudian doa pembukaan, lalu diberikan tentang teori doa Yesus / penjelasan, setelah selesai penjelasan umat diajak menyanyi satu lagu penyembahan, kemudian diajak untuk menyiapkan hati / membuka hati bagi Tuhan.

- Ajaklah umat untuk mengambil posisi duduk yang sesuai untuk doa Yesus.
- Ajaklah umat untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam lubuk hati / jiwa.
Biarkan umat memasuki keheningan dalam doa Yesus, pemimpin doa jangan terlalu banyak bicara. Membiarkan umat masuk dalam keheningan.
Bila umat kelihatan gelisah, mungkin sulit konsentrasi, atau melantur, sesekali diajak kernbali lagi untuk menyerukan Nama Yesus dengan penuh kesadaran / kerinduan.
Pada akhir doa jangan begitu saja keluar dari doa, akhirilah dengan suatu ucapan syukur atau
perlahan-lahan mendoakan Bapa Kami. Bisa juga dinyanyikan satu lagu penutup / lagu syukur pada Tuhan.
Sumber :
- http://www.carmelia.net/index.php/artikel/spiritualitas/122-cara-cara-doa
- Rm. Yohanes Indrakusuma, O. Carm, “Vacare Deo” edisi Juli / Tahun V / 2003; Media Pengajaran Komunitas Tritunggal Mahakudus; Pertapaan Shanti Bhuana, dikutip dari : http://www.indocell.net/.
Sabtu, 17 Januari 2015
Paus Fransiskus : Tanggalkan Keduniawian Rohani !
Dalam Himbauan Apostolik Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus memperingatkan untuk mewaspadai bahaya keduniawian rohani dalam hidup Gereja. Apa yang dimaksud dengan “keduniawian rohani”? Apa yang menyebabkan keduniawian ini?
Remarus Janarko, Surabaya
Pertama, “keduniawian rohani” adalah sikap duniawi yang diwujudkan dalam hidup rohani atau hidup menggereja, atau sikap mencari kemuliaan dan kesejahteraan diri sendiri, dan bukan mencari kemuliaan Tuhan. Keduniawian ini diwujudkan dalam bungkus penampilan saleh, pelayanan luhur, dan nasihat mulia. Fokus semua tindakan itu ialah mencari kemuliaan diri sendiri melalui pujian dan kekaguman orang lain, serta bukan diarahkan kepada Tuhan. Tuhan hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri. Sasaran sikap dan tindakan ini horizontal, yaitu kepada sesama, dan sama sekali tidak vertikal, kepada Allah.Sikap inilah yang dicela Yesus dalam diri orang-orang Farisi: “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang esa?” (Yoh 5:44). Paus Fransiskus menegaskan, sikap keduniawian rohani ini jauh lebih berbahaya, karena kamuflase rohaninya daripada keduniawian lain yang melulu bersifat moral (EG 93).
Kedua, keduniawian ini bisa dikompori dua keyakinan yang saling-terkait (EG 94). Keyakinan pertama bahwa keselamatan dapat dicapai melalui pengalaman rohani tertentu atau dengan memiliki pengetahuan- pengetahuan iman yang meneguhkan atau memberi pencerahan. Iman di sini hanya dihayati secara pribadi. Inilah wujud dari aliran gnostisisme yang kita kenal dalam sejarah Gereja. Akibat paling konkret dari keyakinan ini ialah sikap tertutup pada diri sendiri dan berpuas-diri dengan pikiran dan perasaan sendiri yang dirasa hebat, luhur-suci.
Keyakinan kedua ialah “neopelagianisme promethean”,yaitu keyakinan bahwa dengan kekuatan mereka sendiri (bukan Tuhan!), mereka dapat mencapai keselamatan. Kata “promethean” berasal dari Prometheus, yaitu seorang pribadi dari mitologi Yunani yang dihukum para dewa karena sudah mencuri api dari surga untuk diberikan kepada manusia. Orang-orang ini seolah mencuri kekuasaan Allah yang menyelamatkan, sehingga merasa mampu menyelamatkan diri sendiri. Mereka juga merasa superior dibandingkan orang lain, karena sudah melakukan secara tekun dan ketat peraturan-peraturan tertentu yang sungguh benar atau cara hidup Katolik tertentu dari masa lalu. Mereka merasa diri sebagai kelompok elit yang narsistik dan otoriter. Fokus mereka bukanlah mewartakan kabar gembira kepada orang lain dan membuka diri kepada rahmat Allah, tetapi cenderung menganalisis dan mengkotak-kotakkan orang lain. Mereka ini menghabiskan energi untuk meneliti dan mencari kesalahan orang lain. Paus Fransiskus menegaskan, “Mereka ini bukti immanentisme antroposentris yang berpusat pada manusia.” (EG 94)
Dalam kedua sikap di atas, fokus penghayatan rohani mereka bukanlah kepada Yesus Kristus, tetapi diri sendiri, kemegahan dan kekuatan diri sendiri. Di antara para pemeluk kedua sikap ini, tak mungkin muncul suatu greget mewartakan kabar gembira yang sejati.
Ketiga, tanda jelas dari keduniawian rohani ialah keasyikan yang tiada habis mengkutak-kutik liturgi, ajaran dan harga diri Gereja, namun tanpa keprihatinan sedikitpun agar Injil memiliki pengaruh kuat kepada umat Allah yang beriman dan menanggapi kebutuhan konkret zaman sekarang (EG 95). Keduniawian rohani ini juga muncul dalam obsesi menolong diri atau realisasi diri, dalam sikap pamer hidup sosial yang penuh penampilan, rapat, perjamuan makan, dan resepsi, atau dalam mentalitas bisnis, yang dikejar dengan manajemen, statistik, perencanaan dan evaluasi. Yang terabaikan ialah Kristus yang menjelma, disalib dan bangkit, dan kerasulan konkret menanggapi kebutuhan dalam masyarakat (EG 95)
Penulis : RP Petrus Maria Handoko CM
Sumber : http://www.hidupkatolik.com, Senin, 8 Desember 2014 10:33 WIB.
Senin, 10 November 2014
Saatnya Kita Merenung Arti Kepahlawanan.
Hari ini tanggal 10 Nopember 2014 kita memperingati "Hari Pahlawan", gema kepahlawanan bergaung di seluruh pelosok Indonesia. Kita mengenang jasa mereka yang telah gugur demi kemerdekaan kita dari derita penjajahan.
Adalah sebuah keprihatinan bagi kita para generasi tua, untuk para generasi muda yang merasa "mereka "belum merdeka". Ya mereka memang belum pernah merasakan bagaimana sengsaranya orang yang "terjajah". Mereka merasa belum merdeka karena adanya pemahaman: Merdeka adalah kebebasan melakukan tindakan yang mereka sukai tanpa larangan, baik dari undang-undang, peraturan adat, kebiasaan disiplin dikeluarga, dan lain-lain. Kemerdekaan adalah kebebasan melakukan aktivitas kehidupan dengan tetap memperhatikan hak dan kewajiban sebagai warga negara, warga masyarakat dalam kerangka dan batasan bertanggungjawab.
Kita sering melihat anaik-anak muda merasa terjajah oleh perasaan "galau" oleh sebab-sebab yang sepele. Dan bagi mereka rasa galau bisa serasa kiamat bagi kehidupan mereka.
Saatnya kita bangkit, kita berdiri dan memandang masa depan kita ":
- Bagi pahlawan kita berdoa semoga arwah mereka diterima disisi Tuhan dan diberikan penghargaan yang layak sesuai amal dan jasanya,
- Bagi pahlawan yang masih hidup kita berikan penghargaan dengan penghormatan atas pengabdiannya terhadap pendirian dan perintisan pembangunan Indonesia.
- Bagi anda dan saya jadilah pahlawan masa kini yang menebar kebaikan terhadap sesama melalui karya dan usaha kita dalam memajukan dan mengharumkan nama bangsa.
Terlepas dari semuanya itu hidupkan semangat kepahlawanan sesuai jaman masa kini, dimana kepahlawanan adalah berbuat kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. dan perlu kita pahami oleh mereka yang kita bantu kita bisa juga disebut "PAHLAWAN".
Selasa, 03 Juni 2014
Rabu, 28 Mei 2014
Inilah Makna Agama Islam Yang Sesungguhnya Menurut JOKOWI
Bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKP Indonesia, Joko Widodo, menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang membawa kedamaian, bukan kebencian.
"Saya Jokowi, bagian dari Islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang hidup berketurunan dan berkarya di negara RI yang memegang teguh UUD 45. Bhinneka Tunggal Ika adalah rahmat dari Tuhan," kata Jokowi dalam siaran pers yang diterima media, Sabtu (24/5/2014).
Siaran pers ini menjawab berbagai tudingan yang dialamatkan kepada Jokowi di media sosial. Jokowi kerap disebut sebagai antek Zionis, Amerika, Tiongkok, dan mafia.
"Semua orang boleh ragu dengan agama saya, tapi saya tidak ragu dengan iman dan imam saya dan saya tidak pernah ragu dengan Islam agama saya," ujarnya.
Jokowi juga mengatakan dirinya bukan bagian dari kelompok yang mengaku Islam yang punya tujuan mewujudkan negara Islam. Dia pun menyatakan bukan bagian dari yang mengaku Islam, tetapi suka menebar teror dan kebencian.
"Saya bukan bagian dari kelompok Islam yang sesuka hatinya mengafirkan saudaranya sendiri," katanya.
Jokowi juga mengatakan dirinya bukan bagian dari segelintir Islam yang menutupi perampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan gamis dan sorban. Jokowi juga bukan bagian dari Islam yang membawa ayat-ayat Tuhan untuk menipu rakyat.
Dia mengaku bukan bagian dari Islam yang membawa asas partainya untuk korupsi dan hidup bermewah-mewah. Dia juga menyatakan bukan bagian dari Islam yang menciptakan perang bagi sesama Islam.
"Saya bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain. Saya bukan bagian dari Islam yang arogan dan menghunus pedang di tangan dan di mulut. Saya bukan bagian dari Islam yang suka menjejerkan fustun-fustun-nya," ujarnya.
Saya kira anda para pembaca dapat memahami bahwa Bapak Jokowi adalah seorang pendukung keberagaman ( pluralisme ) yang mungkin dapat mewadahi aneka perbedaan yang ada di Indonesia ini, dan kita membutuhkan pemimpin yang seperti beliau.
Sumber : http://indonesiasatu.kompas.com/, Sabtu, 24 Mei 2014, 14:29 WIB.
Selasa, 29 April 2014
Beginilah Nasip Para Pelaku Pemerkosaan dan Pencabulan Saat di Penjara ! (Jangan Terjadi Pada Anda!!!!!!!!!)
Masih hangat dalam ingatan kita bagaimana seorang anak TK yang mengenyam pendidikan di sebuah TK Internasional, di Jakarta menjadi korban pelecehan dan perkosaan di sekolah yang sangat-sangat-sangat aman dari orang luar. Bagaimana tidak untuk masuk area sekolah saja dijaga oleh pasukan pengamanan yang berlapis-lapis, bahkan rombongan aparat pendidikan Kemendiknas-pun harus "balik kucing" karena di anggap orang asing (bagi mereka pemilik sekolah).
Bayangkan seorang anak TK, yang masih lucu-lucunya dan baru menikmati sesaat indahnya dunia dan memulai hidup tiba-tiba harus berhadapan dengan 5 oknum pemerkosa dewasa, ditempat yang dinilai sangat aman bagi orang tuanya.
Saya pribadi sangat geram dengan peristiwa tersebut, tunas bangsa kita dihancurkan oleh beberapa oknum orang tidak waras yang mengaku "orang waras"!!!
Sebelum memulai bahasan ini mari kita mengenal terlebih dahulu definisi perkosaan serta pencabulan terlebih dahulu.. Sebelumnya anda harus mengetahui perbedaan peristiwa pencabulan dan perkosaan :
Saya pribadi sangat geram dengan peristiwa tersebut, tunas bangsa kita dihancurkan oleh beberapa oknum orang tidak waras yang mengaku "orang waras"!!!
Sebelum memulai bahasan ini mari kita mengenal terlebih dahulu definisi perkosaan serta pencabulan terlebih dahulu.. Sebelumnya anda harus mengetahui perbedaan peristiwa pencabulan dan perkosaan :
- Pencabulan adalah peristiwa perkosaan yang hanya meliputi aneka bentuk pelecehan secara fisik organ tubuh luar.
- Perkosaan adalah peristiwa pemaksaan kepada korban untuk melakukan hubungan suami istri dengan cara paksa dan kekerasan.
Baik peristiwa pencabulan maupun perkosaan selalu menimbulkan efek negatif yang sama. Yang lebih mengenaskan kadang untuk menghilangkan jejak dan malu dikemudian hari banyak peristiwa pemerkosaan diikuti dengan peristiwa pembunuhan korban perkosaan. Kalaupun tidak di bunuh, biasanya korban selalu di ancam "akan dibunuh" jika membocorkan peristiwa perkosaan tersebut.
Yang lebih menyedihkan peristiwa perkosaan atau pencabulan biasa akan terjadi berulang, si pelaku biasanya ketagihan dan dengan memanfaatkan kelemahan pelaku dia akan "ingin dan ingin lagi".
Peristiwa perkosaan dan pencabulan yang tidak diikuti peristiwa pembunuhanpun, akan membunuh masa depan si korban, baik efek trauma yang ditimbulkan, efek lain yang diterima setelah korban dewasa dan menikah = tidak perawan !, dan effek lain.
Yang lebih menyedihkan peristiwa perkosaan atau pencabulan biasa akan terjadi berulang, si pelaku biasanya ketagihan dan dengan memanfaatkan kelemahan pelaku dia akan "ingin dan ingin lagi".
Peristiwa perkosaan dan pencabulan yang tidak diikuti peristiwa pembunuhanpun, akan membunuh masa depan si korban, baik efek trauma yang ditimbulkan, efek lain yang diterima setelah korban dewasa dan menikah = tidak perawan !, dan effek lain.
Yang aneh pelaku biasanya orang dekat atau setidaknya mengenal korban. Yang lebih memprihatinkan korbannya pun ada yang masih balita, anak usia sekolah, mahasiswa bahkan ibu-ibu tukang sayur !
- Seorang Wakasek yang jadi panutan guru dan siswa di sekolah "hanya" mencabuli siswinya.
- Seorang ayah tiri "hanya" mencabuli anaknya (sampai si anak meninggal)
- Seorang siswi diperkosa teman kencannya (bersama teman-temannya yang lain)
- Seorang mahasiswi diperkosa sepulang dari kampus lalu di bunuh
- Seorang ibu tukang sayur diperkosa di dalam angkot saat berangkat ke pasar
- Seorang "aparat" memperkosa siswa SMP berulang
- Seorang kakek memperkosa cucunya di rumahnya
- ....dan aneka periswtiwa yang dapat anda baca di media masa
Namun tunggu dulu, ada yang lebih seru dari hukuman mati dan ini lebih mantab ! dan anda harus tahu :
Dengan jumawa menikmati memperkosa di masyarakat
Meski nampaknya si pelaku merasa di atas angin ya rupanya saat memperkosa/ mencabuli korbannya, namun apa yang terjadi selanjutnya berbalik 180 derajat !!!
Perhatikan uraian berikut (bayangkan seandainya anda adalah pelaku) :
- Ketika anda tertangkap sebagai pemerkosa anda akan DI HAKIMI MASA !! (masih untung tidak sampai meninggal).
- Ketika anda sudah babak belur anda diserahkan ke Polisi (sambil bikin 'perjanjian damai" dipaksa menikahi korban yang belum tentu anda cintai sepenuhnya).
- Di kantor Polisi anda sudah pasti disambut dengan antusias oleh petugas pemeriksa (tentunya dengan kontak fisik)
- Di Ruang tahanan anda berjumpa dengan penghuni lama dan dapat tambahan sambutan spontan
- Ketika perkara anda disidangkan, hampir semua isi pengadilan seakan-akan hendak mengeroyok anda (masih beruntung dilindungi petugas, walau kadang ada pengunjung/ keluarga korban nekat memberi hadiah fisik yang mantab !!)
- Setelah anda divonis hukuman sekian bulan di penjara anda akan menemui peristiwa dramatis berikut, dikutip dari http://agussutondomediacenter.blogspot.com/.
Menikmati "diperkosa" di penjara
Sekilas tentang dampak kasus pemerkosaan, ternyata kehidupan di dalam penjara lebih tegas, jelas dan ganas, penjara adalah tempat paling menakutkan dan mengerikan bagi para pelaku pemerkosaan karena di penjara adalah kumpulan manusia-manusia kriminal dari berbagai kasus kejahatan, toh bagi dunia yang seram ini masih mempunyai tata krama diantara mereka, bahwa kejahatan yang besar dan memalukan adalah kasus pemerkosaan, malah ada istilah kalau anda seorang preman baik preman kecil maupun preman besar dan terlibat kasus pemerkosaan maka preman anda akan luntur karena diantara penjahat sekalipun, kasus yang yang di kenal dengan istilah belah durian ini sangat di tabukan serta akibatnya bagi para pelaku pemerkosaan akan mengalami hukuman liar yang sesungguhnya
Para pemerkosa ini dianggap sah untuk di perkosa kembali oleh siapapun yang ada di dalam, karena dia pemerkosa, hukumannya ganti di perkosa, so pasti bukan hanya sekali dan hukuman tambahannya pun lebih menyakitkan yaitu di tonton beramai-ramai untuk, maaf.......melakukan onani dengan obat sejenis balsem dan remason atau daun gatal yang tumbuh di sekitar penjara, para pelaku pemerkosaan di paksa terus untuk melakukan hal itu sampai dalam bahasa penjara hanya keluar anginnya saja, malah ada yang lebih parah dan menjijikkan mereka para pelaku pemerkosaan di suruh makan kotorannya sendiri.
Masih ada yang lebih mengerikan kalau ternyata korban pemerkosaan adalah istri, anak, keponakan, adik atau masih punya hubungan keluarga dengan narapidana yang lain, balas dendam akan berlangsung lebih sadis karena dalam dunia kriminal menilai para pelaku pemerkosaan adalah kejahatan yang paling biadab, mereka harus di adili dengan hukum jalanan dan harus segera di lakukan agar impas dan puas, mengingat kejamnya hukum jalanan di dalam penjara maka para petugas sipir selalu menempatkan pelaku pemerkosaan pada sel khusus atau sel isolasi, sel selalu di kunci dan di jagai, namun bagi preman penjara itu bukan penghalang besar, selalu ada cara lolos menelusup ke sel isolasi tersebut.
Barang kali kita bisa belajar dari penanganan para kriminal di penjara ini, bukan soal mereka balas dendam dan bagaimana membenarkan tindakan itu, di dunia kelam para napi, mereka mampu menemukan musuh utama atau musuh bersama untuk di lawan beramai-ramai dan hebatnya mereka tidak pernah menyalahkan korban.
7. Sekedar catatan rata-rata para pelaku pemerkosaan setelah mereka bebas dari penjara, mereka seperti orang linglung, karena tiada hari tanpa derita buat mereka di dalam penjara, ketika kembali ke tempat tinggalnya sudah bisa dipastikan semua kenalan anda akan memandang rendah anda dan bukan tidak mungkin para keluarga korbanakan meyambut kebebasan anda 'dengan meriah".
8. Ketika anda meninggal para malaikat sudah menunggu anda untuk di bawa ke nerakaaa....
Mudah-mudahan tulisan ini dapat mengingatkan bagi siapapun agar jangan coba-coba melakukan tindakan pemerkosaan dan pencabulan, karena sangat mengerikan akibat yang di timbulkan itu baru siksaan di dunia belum di pengadilan akhir nanti tentunya lebih sangat menyakitkan.
Sekedar saran bagi para keluarga korban tindak perkosaan :
Sekedar saran bagi para keluarga korban tindak perkosaan :
Jangan pernah memaksakan korban perkosaan dinikahkan dengan pemerkosanya !
Mengapa sudah bisa dipastikan korban perkosaan seumur hidupnya akan menderita !
karena si pemerkosa menikah dengan terpaksa dan
pastinya akan membalaskan dendamnya kepada korban dan KDRT akan terjadi seumur hidup !
Solusinya ?
Korban perkosaan dan pencabulan biasanya mengalami trauma dan depresi mental yang hebat, sebaiknya di bawa ke psikiater, dan besarkan hatinya agar ia bisa menerima keadaanya sepenuhnya. Seandainya suatu saat si korban menemukan pendamping hidup yang tepat, ada baiknya peristiwa perkosaan ini di jelaskan kepada si calon suami dengan cara yang baik.
Semoga dengan cara demikian si korban dapat menikmati kebahagiaan selama hidupnya dalam perkawinannya.
Penulis Yohanes Gitoyo S Pd.
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/03/hukuman-yang-mantap-bagi-pelaku.html
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/03/hukuman-yang-mantap-bagi-pelaku.html
Jumat, 25 April 2014
Segala Hal Tentang : Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.

Pelecehan seksual pada pekerja banyak terjadi dimana – mana. Di lingkungan tempat bekerja, dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja bahkan sampai ketika Anda sampai di rumah. Bentuknya bisa macam – macam, verbal maupun non – verbal
Apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual?
Pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan lisan atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual, atau perilaku lain apapun yang bersifat seksual, yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan/atau terintimidasi dimana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada, dan tindakan tersebut mengganggu kerja, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau tidak sopan.
Dengan kata lain pelecehan seksual adalah
- Penyalahgunaan perilaku seksual,
- Permintaan untuk melakukan perbuatan seksual (undangan untuk melakukan perbuatan seksual, permintaan untuk berkencan).
- Pernyataan lisan atau fisik melakukan atau gerakan menggambarkan perbuatan seksual, (pesan yang menampilkan konten seksual eksplisit dalam bentuk cetak atau bentuk elektronik (SMS, Email, Layar, Poster, CD, dll)
- Tindakan kearah seksual yang tidak diinginkan meliputi :
penerima telah menyatakan bahwa perilaku itu tidak diinginkan;
penerima merasa dihina, tersinggung dan/atau tertekan oleh perbuatan itu; atau
pelaku seharusnya sudah dapat merasakan bahwa yang menjadi sasarannya (korban) akan tersinggung, merasa terhina dan/atau tertekan oleh perbuatan itu.
- Perilaku fisik (seperti menyentuh, mencium, menepuk, mencubit, atau kekerasan fisik seperti perkosaan dll)
- Sikap seksual yang merendahkan (seperti melirik atau menatap bagian tubuh seseorang).
Pelecehan seksual dapat mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan tugas yang diberikan atau menyebabkan pekerja merasa dirinya bekerja dalam iklim perusahaan yang tidak harmonis, yang juga dapat menyebabkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan.
Siapa saja yang bisa menjadi korban pelecehan seksual di tempat kerja?
Pelecehan seksual dapat terjadi pada semua orang. Baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi korban ataupun pelaku atas perilaku yang dianggap tidak sopan, memalukan atau mengintimidasi merupakan sebuah pengujian yang obyektif, berdasarkan pertanyaan apakah seorang yang berakal sehat akan mampu mengantisipasi bahwa perilaku tersebut dapat menimbulkan efek seperti itu.
Tindakan ini dapat berlangsung antara pekerja/atasan dan seorang pekerja lain (hubungan vertikal) atau antara pekerja dengan pekerja (hubungan horizontal), antara pemberi kerja dengan pekerja kontrak atau pekerja outsourcing dan antara pekerja/penyedia jasa dengan klien/pihak ketiga. Perilaku yang tidak diingkan tersebut tidak harus berulang-ulang atau terus-menerus dan dapat berupa insiden tunggal dapat menjadi sebuah pelecehan seksual.
Apa saja jenis pelecehan seksual?
Pelecehan seksual memiliki berbagai jenis. Secara luas, terdapat lima bentuk pelecehan seksual yaitu:
- Pelecehan fisik termasuk sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap penuh nafsu.
- Pelecehan lisan termasuk ucapan verbal/ komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, lelucon dan komentar bernada seksual
- Pelecehan isyarat termasuk bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, isyarat dengan jari, dan menjilat bibir
- Pelecehan tertulis atau gambar termasuk menampilkan bahan pornografi , gambar, screensaver atau poster seksual, atau pelecehan lewat email dan moda komunikasi elektronik lainnya
- Pelecehan psikologis/emosional terdiri atas permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual
Bagaimana cara mengukur tingkat kewajaran dalam pelecehan seksual di tempat kerja?
Pengukuran kewajaran dalam pelecehan seksual dapat dilihat apabila perilaku tersebut mengarah kepada tindakan pelecehan seksual sehingga mengakibatkan timbul rasa tersinggung, malu atau takut.
Unsur utama dalam pelecehan seksual adalah adanya rasa tidak diinginkan oleh korban. Selain unsur “tidak diinginkan” tersebut, masih terdapat tindakan yang tidak sopan yang mengarah pada pelecehan seksual dan menurut kebiasaan di tempat kerja merupakan sesuatu yang dapat dikatakan sebagai tindakan pelecehan seksual.
Sedangkan tindakan atau interaksi yang berlangsung atas dasar suka sama suka bukan sesuatu yang tidak diinginkan bukan merupakan pelecehan seksual.
Awas Lampu Kuning !!!
Agar Anda tidak terjebak dalam perlakuan pelecehan seksual, kenali bentuk dan macamnya berikut ini! Macam atau bentuk pelecehan seksual ini sangat luas. Mulai dari, main mata, siulan nakal, komentar yang berkonotasi seks, humor porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan di bagian tubuh tertentu, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual, ajakan berkencan dengan iming-iming atau ancaman, ajakan melakukan hubungan seksual sampai perkosaan. Pelecehan juga dapat berupa komentar/perlakuan negatif. Selain itu, menurut laman wikipedia, macam-macam perilaku yang digolongkan dalam pelecehan seksual, yang terutama terjadi di perkantoran, antara lain:
Awas Lampu Kuning !!!
- Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang berkaitan dengan seks baik secara langsung maupun melalui media seperti surat, SMS, maupun surat elektronik.
- Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks.
- Memegang ataupun menyentuh dengan tujuan seksual.
- Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan badan dan badan antar orang.
- Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat merujuk pada seks.
- Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat seksual.
- Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material lainnya yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas.
- Di luar jam kerja memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang berpengaruh pada lingkup kerja.
Adakah Undang-Undang di Indonesia yang mengatur mengenai pelecehan di tempat kerja?
Indonesia mempunyai peraturan Undang-Undang yang mengatur perihal masalah pelecehan seksual di tempat kerja secara umum. Namun, tidak ada ketentuan yang secara spesifik mengatur mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, sanksi maupun cara untuk menanggulangi pelecehan seksual khususnya di tempat kerja.
Dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja yaitu dalam Pasal 86 ayat (1) yang isinya adalah : setiap buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :
- keselamatan dan kesehatan;
- moral dan kesusilaan; dan
- perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) secara umum (Lex Generalis) juga dapat dijadikan landasan dengan ancaman hukuman seperti yang diatur dalam Pasal pencabulan 289-299. Mengenai perbuatan cabul di tempat kerja, terutama bila dilakukan oleh atasan dapat kita temui ketentuannya dalam Pasal 294 ayat 2 angka 1 KUHP yaitu diancam dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.
Jika saya menjadi korban pelecehan seksual, apa yang harus saya lakukan?
Disarankan bahwa Anda harus mengikuti langkah-langkah dibawah ini, setiap kali Anda mengalami pelecehan seksual.
- Anda perlu menjelaskan kepada si pelaku pelecehan seksual bahwa Anda tidak menginginkan perbuatan seksual tersebut/ perbuatan seksual tersebut mengganggu Anda
- Jika Anda malu atau takut untuk membuat surat pengaduan atas pelecehan seksual yang bersifat resmi, ceritakan dan beritahukan masalah pelecehan seksual yang Anda alami dengan beberapa rekan kerja Anda sekantor yang dapat dipercaya.
- Jika Anda ingin mengajukan keluhan secara informal, Anda dapat melaporkan kejadian ini kepada supervisor atau panitia Serikat Pekerja yang ada di perusahaan Anda.
- Anda juga dapat membuat surat pengaduan resmi kepada atasan Anda, dan perwakilan dari Serikat Pekerja yang terkait dengan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama atau ke Dinas Tenaga Kerja. Untuk mengajukan keluhan resmi, Anda memiliki tiga pilihan
b. Melapor langsung kepada Dinas Tenaga Kerja atau Lembaga Bantuan Hukum
c. Melapor langsung kepada Polisi
- Jika Anda tidak puas dengan keputusan komite penyelidikan yang berwenang (dalam organisasi Anda), Anda dapat naik banding ke Pengadilan Negeri.
- Jika Anda masih dirugikan oleh keputusan Pengadilan Negeri, Anda dapat membuat representasi kepada Gubernur untuk keadilan.
Bagaimana cara melaporkan pelecehan seksual di tempat kerja?
Pembuktian dalam hukum pidana adalah berdasarkan Pasal 184 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”), menggunakan lima macam alat bukti, yaitu:
- Keterangan saksi
- Keterangan ahli
- Surat
- Petunjuk
- Keterangan terdakwa.
Visum et repertum adalah surat keterangan/laporan dari seorang ahli mengenai hasil pemeriksaannya terhadap sesuatu, misalnya terhadap mayat dan lain-lain dan ini dipergunakan untuk pembuktian di pengadilan.
Apabila visum memang tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan, maka sebaiknya dicari alat bukti lain yang bisa membuktikan tindak pidana tersebut. Pada akhirnya, Hakim yang akan memutus apakah terdakwa bersalah atau tidak berdasarkan pembuktian di pengadilan
Bagaimana cara perusahaan melakukan pencegahan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di tempat kerja?
Pencegahan merupakan alat paling efektif yang dapat digunakan oleh pengusaha untuk menangani pelecehan seksual di tempat kerja. Tindakan pencegahan termasuk:
- Komunikasi : dilakukan dengan sosialisasi tentang pelecehan seksual melalui LKS Bipartit, LKS Tripartit dan berbagai media cetak dan elektronik.
- Edukasi : dilakukan melalui program orientasi dan pengenalan kepada staff baru, ceramah agama, atau kegiatan-kegiatan tertentu seperti yang terprogram.
- Pelatihan : menyediakan pelatihan khusus di tingkat penyelia dan managerial dan pelatih untuk mengenali masalah-masalah pelecehan dan pencegahan, pelatihan bagi Tim Penanggulangan Pelecahan Seksual.
- Mendorong perusahaan untuk membangun komitmen pelaksanaan pencegahan pelecehan Seksual di lingkungan kerja termasuk pemberian sanksi dan tindakan disiplin lainnya dengan adanya :
a. Kebijakan Perusahaan
b. Perjanjian Kerja/Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama
Penyebar luasan informasi mengenai kebijakan dan mekanisme pencegahan pelecehan seksual kepada pekerja dan penyelia merupakan hal yang penting. Selain itu, pengusaha diharapkan menyediakan suatu program untuk pekerja/buruh dan penyelia agar dapat diberi edukasi mengenai pelecehan seksual. Untuk itu, semua pihak harus mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap cara-cara untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bebas dari pelecehan seksual.
Pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah memastikan adanya petunjuk tentang pedoman ini dan contoh-contoh kebijakan penanganan pelecehan seksual di perusahaan yang dapat diakses oleh para pemberi kerja. Sementara itu, pemberi kerja perlu menyertakan informasi tentang pelecehan seksual dalam program-program orientasi, pendidikan dan pelatihan bagi pekerja/buruh. Sedangkan Serikat Pekerja harus menyampaikan informasi tentang pelecehan seksual dalam program-program pendidikan dan latihan yang dimilik bagi anggotanya.
Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual?
- Sebelum masuk kerja, kita akan diberikan Surat Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan perusahaan. BACA baik – baik! Biasanya dalam peraturan perusahaan tertulis peraturan yang jelas mengenai pelecehan seksual (pengertian tentang apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual, prosedur pengaduan, dan sanksi-sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelaku, bantuan yang bisa diperoleh si korban dan jaminan bahwa pengaduan yang dilakukan bersifat rahasia).
- Berani katakan TIDAK untuk setiap ajakan yang berkonotasi seksual.
- Ada kalanya laki – laki tergugah untuk melakukan pelecehan seksual karena perempuan. Jadi pastikan anda memakai pakaian yang sopan dan tertutup saat bekerja, gunakan bahasa yang santun dalam berbicara, jangan melakukan kegiatan yang mengundang para lelaki untuk melakukan pelecehan seksual.
- Bila pelecehan telah terjadi catat semua bukti komunikasi (sms,surat,log handphone), waktu,tempat,saksi. Laporkan pada pihak yang berwenang di perusahaan. Bila tidak mendapat jawaban/reaksi, laporkan ke pihak yang berwajib/kepolisian.
Sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2014/01/segala-hal-tentang-pelecehan-seksual-di.html, 24 Januari 2014.
Referensi :
Referensi :
- International Labor Organization (ILO) : Pedoman Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.
- Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No.73)
Cegah Pelecehan Seksual Terhadap Anak: Kenali Ciri Pedofilia.
Bunda, dewasa ini, kasus pelecehan terhadap anak semakin meningkat. Fenomena ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah pengidap pedofilia, di mana mereka tertarik untuk memiliki hubungan seksual dengan anak kecil yang tidak jarang disertai dengan tindak kekerasan yang menyebabkan trauma psikis berat terhadap anak.
Nah, Bunda, tentunya kita tidak pernah mau buah hati kita menjadi salah satu dari korban mereka, bukan? Untuk itu, perlu diketahui beberapa ciri umum pengidap pedofilia agar anak Anda dapat terhindar dari mereka seperti dilansir eventidecounseling.com berikut ini.
- Ketertarikan yang tinggi terhadap anak-anak atau bahkan tidak peduli sama sekali terhadap mereka.
- Orang-orang yang menjadikan anak-anak sebagai "proyek" mereka dengan menawarkan bantuan yang berlebihan, bimbingan, dan perhatian khusus.
- Memiliki sedikit teman sebaya dan menganggap anak-anak sebagai teman mereka.
- Tidak pernah menikah, lajang, hidup dengan kedua orang tuanya, serta sering kali berpindah-pindah tempat tinggal.
- Terlibat dalam berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak dan menarik bagi anak-anak.
- Merasa muda dan ada kalanya bertingkah seperti anak-anak.
- Sering memberikan beragam hadiah kepada anak-anak atau orang tua mereka.
- Ada kalanya mereka mengajak anak-anak untuk mengunjungi tempat-tempat yang mereka sukai secara tiba-tiba.
- Sering menyuruh anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ringan bagi mereka, seperti halnya membantu merawat anjing peliharaan, membawakan surat kabar, dan lain sebagainya.
- Secara berlebihan menjadikan anak-anak sebagai objek foto mereka.
- Sering menghubungi anak Anda tanpa tujuan yang jelas.
Beberapa ciri di atas mungkin dapat membantu Anda mengenali mereka yang ternyata pedofilia, tapi ingat Bunda, jangan berburuk sangka terlebih dahulu dan buru-buru menghakimi orang lain. Kenali dengan baik, bisa saja orang-orang yang dekat dengan anak Anda memang orang-orang yang memiliki hati dan tujuan yang baik.
Penulis : Surya Fajar.
Sumber : http://www.vemale.com/, Selasa, 21 Januari 2014, 22:10 WIB.
Ini yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Pelecehan Seksual...
Terkadang meskipun Bunda sudah melindungi buah hati tercinta dengan baik, kejadian yang tidak diinginkan pun tetap dapat terjadi termasuk pelecehan seksual. Nah, apabila Bunda mengetahui apa mungkin masih mencurigai terjadinya pelecehan seksual pada si kecil, berikut adalah yang harus Bunda lakukan.
Seberapa marahnya Bunda terhadap kejadian yang menimpa buah hati Anda, Bunda tetap harus menenangkan diri dan menjernihkan pikiran. Jangan melampiaskan kemarahan Anda kepada anak Anda yang justru dapat membuatnya semakin tertekan dan depresi.
Selain itu, menurut webmd.com, hindari memberondong buah hati Anda dengan berbagai macam pertanyaan mengenai detail kejadian yang menimpanya. Hindari juga menunjukkan rasa panik yang Bunda rasakan di depan anak Anda yang justru akan membuatnya semakin down.
Bunda sebaiknya mulai melindungi buah hati Anda dari pelecehan seksual yang dapat dilakukan lagi oleh si pelaku dengan menghindarkannya dari kontak dengan beberapa orang yang Bunda curigai. Hindari menyalahkan diri sendiri atas apa yang menimpa buah hati Anda, semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.
Sebaliknya, Bunda harus segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi supaya pelaku pelecehan seksual segera ditangkap dan tidak ada anak-anak lain yang menjadi korban. Melaporkan kepada polisi pun akan memberikan efek jera terhadap pelaku sehingga tidak melakukan perbuatan kejinya lagi.
Bunda juga dapat menghubungi psikiater yang dapat membantu menghilangkan rasa trauma yang dialami buah hati Anda. Semoga buah hati tercinta tidak menjadi korban pelecehan seksual ya Bun.
Penulis : Lies Nureni.
Sumber : http://www.vemale.com/, Selasa, 21 Januari 2014 22:08 WIB.
Jika Anda mempunyai pengaduan yang berhubungan dengan perlindungan anak, silahkan hubungi :
Komisi Nasional Perlindungan Anak
Alamat :
Jalan TB Simatupang No. 33 Jakarta Timur Indonesia 13760
Situs Resmi :
Hotline Services : (62-21) 8779 1818
Telp : (62-21) 8416157
Fax : (62-21) 8416158
Email : info@komnaspa.or.id
Cegah Pelecehan Seksual Pada Anak, Ajarkan Anak 5 Hal Ini !
Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Ibu Kota. Kali ini korbannya adalah bocah lima tahun yang bersekolah di taman kanak-anak bertaraf internasional. Bocah itu menjadi korban sodomi sejumlah pegawai sekolahnya sendiri.
Peran orang tua sangatlah penting untuk melindungi anak mereka di lingkungan sosial. Organisasi perlindungan anak dari Dewan Uni Eropa, Underwear Rule, memiliki tip yang bisa diterapkan orang tua.
Tip ini lebih mengarah pada pemberian pengertian agar anak bisa menjaga diri di lingkungan sosial:
1. Tubuhmu adalah milikmu.
Anak harus diajarkan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan tidak ada yang boleh menyentuhnya tanpa izin. Lakukan komunikasi terbuka dengan anak usia dini tentang seksualitas dan area pribadi. Dengan penggunaan istilah yang tepat, anak akan mudah paham tentang apa yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Anak juga harus diajak berani mengatakan tidak jika ada seseorang yang melakukan kontak fisik yang tidak nyaman. Anak juga harus diajarkan berani melapor kepada orang dewasa jika mengalami hal tersebut.
2. Yang boleh dan tak boleh.
Anak-anak sering tidak tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak. Jelaskan kepada Anak bahwa tidak baik jika orang lain menyentuh area pribadi mereka atau orang lain. Jika anak kurang mengerti akan hal ini, berikan informasi tentang siapa orang dewasa yang bisa mereka percaya dan yang tidak untuk memberi pengarahan atau bantuan.
3. "Memilih" rahasia.
Kerahasiaan adalah taktik utama pelaku kejahatan seksual. Itulah alasan pentingnya memberi penjelasan tentang perbedaan antara rahasia yang baik dan buruk. Setiap rahasia yang membuat mereka cemas, tidak nyaman, takut, atau sedih harus diceritakan ke orang tua, guru, atau dokter.
4. Perlindungan dari orang tua.
Ketika menjadi korban pelecehan, anak-anak akan merasa malu, bersalah, dan takut. Orang dewasa harus mencegah hal itu dan membahas hal tabu mengenai seksualitas. Orang dewasa harus memberi perhatian dan menerima perasaan serta perilaku anak-anak. Di sisi lain, anak juga harus diberikan pengertian untuk menceritakan masalah ini kepada orang dewasa.
5. Pencegahan.
Anak-anak harus diberitahu tentang orang dewasa yang bisa mereka percayai demi keselamatan mereka. Dalam banyak kasus, pelaku pelecehan biasanya adalah orang yang mereka kenal. Namun anak-anak juga harus diberi pengertian untuk tidak bergaul dengan orang asing, setidaknya tanpa arahan orang tua. Selain itu, anak-anak juga harus dikenalkan kepada orang dewasa yang dapat membantu, seperti guru, dokter, polisi, untuk meminta pertolongan ataupun nasihat.
Penulis : Rindu P. Hestya.
Sumber : underwearrule.org, dikutip dari : http://www.tempo.co/, Rabu, 16 April 2014, 07:31 WIB.
Tahu dan Peduli Tentang Pelecehan Seksual.
Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks.
Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah.
Dalam kejadian pelecehan seksual biasanya terdiri dari 10 persen kata-kata pelecehan, 10 persen intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80 persen non verbal.
Pelaku dan korban.
Walaupun secara umum wanita sering mendapat sorotan sebagai korban pelecehan seksual, namun pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja. Korban pelecehan seksual bisa jadi adalah laki-laki ataupun perempuan. Korban bisa jadi adalah lawan jenis dari pelaku pelecehan ataupun berjenis kelamin yang sama.
- Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial.
- Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk mencatat setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi dan perilaku yang dilakukan yang dianggap tidak menyenangkan. Serta melaporkannya ke pihak yang berwenang.
- Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat kejadian ataupun seseorang yang diinformasikan akan kejadian saat hal tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan untuk menunjukkan sikap ketidak-senangan akan perilaku pelecehan.
Pelecehan seksual di kantor.
Pelecehan seksual dikantor mungkin terjadi saat:
- Keputusan menyangkut kepegawaian individu tertentu dibuat karena individu tersebut melakukan atau menolak pendekatan-pendekatan seksual dalam pekerjaannya. Keputusan-keputusan kepegawaian misalnya terkait dengan promosi, penghargaan, pelatihan, dan keuntungan-keuntungan lainnya.
- Penolakan akan pendekatan seksual yang secara tidak masuk akal berpengaruh pada penilaian pekerjaan individu atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, kasar, atau penuh tekanan lainnya.
- Macam-macam perilaku yang digolongkan dalam pelecehan seksual di kantor.
- Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang berkaitan dengan seks baik secara langsung maupun melalui media seperti surat, SMS, maupun surat-e.
- Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks.
- Memegang ataupun menyentuh dengan tujuan seksual.
- Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan badan dan badan antar orang.
- Secara berulang meminta seseorang untuk bersosialisasi (tinggal, ikut pergi) di luar jam kantor walaupun orang yang diminta telah mengatakan tidak atau mengindikasikan ketidak tertarikannya.
- Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat merujuk pada seks.
- Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat seksual.
- Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material lainnya yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas.
- Diluar jam kerja memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang berpengaruh pada lingkup kerja.
Pelecehan seksual terhadap anak
Pelecehan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual. Berdasarkan hukum, "pelecehan seksual anak" merupakan istilah umum yang menggambarkan tindak kriminal dan sipil di mana orang dewasa terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak di bawah umur atau eksploitasi anak di bawah umur untuk tujuan kepuasan seksual.
Bentuk pelecehan seksual anak termasuk :
Kasus kekerasan anak meningkat sepanjang tahun 2012; dari 2.508 pada tahun lalu dan meningkat menjadi 2.637 (data Komisi Nasional Perlindungan Anak). Kalau begini terus, berarti para penerus bangsa ini terancam dong keadaannya.
Komnas Anak menjabarkan ,sebanyak 48 % atau 1.075 di antara kasus kekerasan anak yang telah terjadi adalah kasus kekerasan seksual, seperti : pemerkosaan, pencabulan, sodomi, dan incest (hubungan seks dengan keluarga sedarah). Selain itu ada kekerasan fisik yang mencapai 819 kasus dan kekerasan psikis yang mencapai 743 kasus. Ini semua menimpa anak-anak dari kalangan menengah kebawah maupun menengah keatas. Dan sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat.
Sebuah studi yang didanai oleh USA National Institute of Drug Abuse menemukan bahwa "Diantara lebih dari 1.400 perempuan dewasa, pelecehan seksual masa kanak-kanak terkait dengan ketergantungan obat terlarang, alkohol, dan gangguan kejiwaan. Rasio keterkaitan itu sangat menyolik: misalnya, perempuan yang mengalami pelecehan seksual non kelamin pada masa kecil 2,83 kali lebih besar ketergantungan obat ketika dewasa dibandingkan dengan perempuan normal."
- meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya),
- memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin untuk anak,
- menampilkan pornografi untuk anak,
- melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak,
- kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis),
- melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non-seksual seperti pemeriksaan medis), atau
- menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.
Kasus kekerasan anak meningkat sepanjang tahun 2012; dari 2.508 pada tahun lalu dan meningkat menjadi 2.637 (data Komisi Nasional Perlindungan Anak). Kalau begini terus, berarti para penerus bangsa ini terancam dong keadaannya.
Komnas Anak menjabarkan ,sebanyak 48 % atau 1.075 di antara kasus kekerasan anak yang telah terjadi adalah kasus kekerasan seksual, seperti : pemerkosaan, pencabulan, sodomi, dan incest (hubungan seks dengan keluarga sedarah). Selain itu ada kekerasan fisik yang mencapai 819 kasus dan kekerasan psikis yang mencapai 743 kasus. Ini semua menimpa anak-anak dari kalangan menengah kebawah maupun menengah keatas. Dan sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat.
Sebuah studi yang didanai oleh USA National Institute of Drug Abuse menemukan bahwa "Diantara lebih dari 1.400 perempuan dewasa, pelecehan seksual masa kanak-kanak terkait dengan ketergantungan obat terlarang, alkohol, dan gangguan kejiwaan. Rasio keterkaitan itu sangat menyolik: misalnya, perempuan yang mengalami pelecehan seksual non kelamin pada masa kecil 2,83 kali lebih besar ketergantungan obat ketika dewasa dibandingkan dengan perempuan normal."
Asosiasi Psikiater Amerika menyatakan bahwa "anak-anak tidak bisa menyetujui aktivitas seksual dengan orang dewasa", dan mengutuk tindakan seperti itu oleh orang dewasa: "Seorang dewasa yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak adalah melakukan tindak pidana dan tidak bermoral yang tidak pernah bisa dianggap normal atau perilaku yang dapat diterima secara sosial."
Faktor penyebab Pelecehan Seksual (pada anak).
Faktor penyebab pelanggar seksual anak tidak diketahui secara meyakinkan.
Pengalaman pelecehan seksual sebagai seorang anak yang sebelumnya dianggap sebagai faktor risiko yang amat kuat, tetapi penelitian tidak menunjukkan hubungan kausal, karena sebagian besar anak-anak dilecehkan secara seksual tidak tumbuh menjadi seorang pelaku pada saat telah dewasa, juga tidak ada mayoritas pelaku dewasa yang dilaporkan mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanak.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan "adanya sebuah siklus pelecehan seksual yang tidak bisa dipungkiri." Sebelum tahun 1996, ada kepercayaan yang lebih besar dalam teori tentang "siklus kekerasan," karena sebagian besar yang dilakukan peneliti adalah retrospektif-pelaku ditanya apakah mereka pernah mengalami pelecehan sebelumnya.
Bahkan sebagian besar studi menemukan bahwa sebagian besar pelaku seksual dewasa mengatakan mereka tidak mengalami kekerasan seksual selama masa kanak-kanak, namun studi menghasilkan hasil yang bervariasi dalam hal perkiraan mereka persentase pelaku seperti yang telah disalahgunakan dari 0 hingga 79 persen. Lebih baru prospektif longitudinal penelitian-mempelajari anak-anak dengan kasus-kasus pelecehan seksual didokumentasikan dari waktu ke waktu untuk menentukan berapa persen yang menjadi pelaku setelah dewasa-telah menunjukkan bahwa teori siklus kekerasan bukan penjelasan yang memadai untuk mengapa orang menganiaya anak-anak.
Pelanggaran dapat difasilitasi oleh distorsi kognitif pelaku, seperti minimalisasi pelecehan, menyalahkan korban, dan alasan.
Tipe-tipe Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual terhadap anak mencakup berbagai pelanggaran seksual, termasuk:
Faktor penyebab Pelecehan Seksual (pada anak).
Faktor penyebab pelanggar seksual anak tidak diketahui secara meyakinkan.
Pengalaman pelecehan seksual sebagai seorang anak yang sebelumnya dianggap sebagai faktor risiko yang amat kuat, tetapi penelitian tidak menunjukkan hubungan kausal, karena sebagian besar anak-anak dilecehkan secara seksual tidak tumbuh menjadi seorang pelaku pada saat telah dewasa, juga tidak ada mayoritas pelaku dewasa yang dilaporkan mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanak.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan "adanya sebuah siklus pelecehan seksual yang tidak bisa dipungkiri." Sebelum tahun 1996, ada kepercayaan yang lebih besar dalam teori tentang "siklus kekerasan," karena sebagian besar yang dilakukan peneliti adalah retrospektif-pelaku ditanya apakah mereka pernah mengalami pelecehan sebelumnya.
Bahkan sebagian besar studi menemukan bahwa sebagian besar pelaku seksual dewasa mengatakan mereka tidak mengalami kekerasan seksual selama masa kanak-kanak, namun studi menghasilkan hasil yang bervariasi dalam hal perkiraan mereka persentase pelaku seperti yang telah disalahgunakan dari 0 hingga 79 persen. Lebih baru prospektif longitudinal penelitian-mempelajari anak-anak dengan kasus-kasus pelecehan seksual didokumentasikan dari waktu ke waktu untuk menentukan berapa persen yang menjadi pelaku setelah dewasa-telah menunjukkan bahwa teori siklus kekerasan bukan penjelasan yang memadai untuk mengapa orang menganiaya anak-anak.
Pelanggaran dapat difasilitasi oleh distorsi kognitif pelaku, seperti minimalisasi pelecehan, menyalahkan korban, dan alasan.
Tipe-tipe Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual terhadap anak mencakup berbagai pelanggaran seksual, termasuk:
- Pelecehan seksual - istilah ini didefinisikan sebagai suatu tindak pidana di mana seseorang yang telah dewasa menyentuh anak di bawah umur untuk tujuan kepuasan seksual, misalnya perkosaan (termasuk sodomi), dan penetrasi seksual dengan objek. Termasuk sebagian besar negara bagian Amerika Serikat dalam definisi mereka tentang kekerasan seksual, ada kontak penetratif tubuh di bawah umur, bagaimanapun sedikit, jika kontak dilakukan untuk tujuan kepuasan seksual.
- Eksploitasi seksual - istilah ini didefinisikan sebagai suatu tindak pidana di mana orang dewasa melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur untuk promosi, kepuasan seksual, atau keuntungan, misalnya melacurkan anak, dan menciptakan atau melakukan perdagangan pornografi anak.
- Perawatan seksual - menentukan perilaku sosial dari pelaku seks anak yang potensial yang berusaha untuk membuat mereka menerima rayuan yang lebih sedikit, misalnya di ruang bincang-bincang daring.
Efek Negatif Pelecehan Seksual Pada Anak.
Pelecehan seksual anak dapat mengakibatkan kerugian baik jangka pendek dan jangka panjang, termasuk psikopatologi di kemudian hari. Dampak psikologis, emosional, fisik dan sosialnya meliputi :
Efek negatif jangka panjang pada perkembangan korban yang mengalami perlakuan berulang pada masa dewasa juga terkait dengan pelecehan seksual anak. Hasil studi menyatakan ada hubungan sebab dan akibat dari pelecehan seksual masa kanak-kanak dengan kasus psikopatologi dewasa, termasuk bunuh diri, kelakuan anti-sosial.
Studi telah membentuk hubungan sebab akibat antara masa kanak-kanak pelecehan seksual dan daerah tertentu tertentu psikopatologi dewasa, termasuk kecenderungan bunuh diri, kelakuan anti-sosial, gangguan kejiwaan paska trauma, kegelisahan, dan kecanduan alkohol. Orang dewasa yang mempunyai sejarah pelecehan seksual pada masa kanak-kanak, umumnya menjadi pelanggan layanan darurat dan layanan medis dibanding mereka yang tidak mempunyai sejarah gelap masa lalu. Sebuah studi yang membandingkan perempuan yang mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanak dibanding yang tidak, menghasilkan fakta bahwa mereka memerlukan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi dibanding yang tidak.
Anak yang dilecehkan secara seksual menderita gejala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal lainnya; sebuah studi telah menemukan gejala tersebut 51 sampai 79% pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual.
Resiko bahaya akan lebih besar jika pelaku adalah keluarga atau kerabat dekat, juga jika pelecehan sampai ke hubungan seksual atau paksaan pemerkosaan, atau jika melibatkan kekerasan fisik. Tingkat bahaya juga dipengaruhi berbagai faktor seperti masuknya alat kelamin, banyaknya dan lama pelecehan, dan penggunaan kekerasan. The social stigma of child sexual abuse may compound the psychological harm to children, dan pengaruh yang merugikan akan kecil dampaknya pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual namun memiliki lingkungan keluarga yang mendukung atau mendampingi paska pelecehan.
- depresi,
- gangguan stres pasca trauma,
- kegelisahan,
- gangguan makan,
- rasa rendah diri yang buruk,
- gangguan identitas pribadi
- gangguan psikologis yang umum seperti somatisasi, sakit saraf, sakit kronis,
- perubahan perilaku seksual,
- masalah sekolah/belajar;
- dan masalah perilaku termasuk penyalahgunaan obat terlarang, perilaku menyakiti diri sendiri, kekejaman terhadap hewan, kriminalitas ketika dewasa dan bunuh diri.
Efek negatif jangka panjang pada perkembangan korban yang mengalami perlakuan berulang pada masa dewasa juga terkait dengan pelecehan seksual anak. Hasil studi menyatakan ada hubungan sebab dan akibat dari pelecehan seksual masa kanak-kanak dengan kasus psikopatologi dewasa, termasuk bunuh diri, kelakuan anti-sosial.
Studi telah membentuk hubungan sebab akibat antara masa kanak-kanak pelecehan seksual dan daerah tertentu tertentu psikopatologi dewasa, termasuk kecenderungan bunuh diri, kelakuan anti-sosial, gangguan kejiwaan paska trauma, kegelisahan, dan kecanduan alkohol. Orang dewasa yang mempunyai sejarah pelecehan seksual pada masa kanak-kanak, umumnya menjadi pelanggan layanan darurat dan layanan medis dibanding mereka yang tidak mempunyai sejarah gelap masa lalu. Sebuah studi yang membandingkan perempuan yang mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanak dibanding yang tidak, menghasilkan fakta bahwa mereka memerlukan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi dibanding yang tidak.
Anak yang dilecehkan secara seksual menderita gejala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal lainnya; sebuah studi telah menemukan gejala tersebut 51 sampai 79% pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual.
Resiko bahaya akan lebih besar jika pelaku adalah keluarga atau kerabat dekat, juga jika pelecehan sampai ke hubungan seksual atau paksaan pemerkosaan, atau jika melibatkan kekerasan fisik. Tingkat bahaya juga dipengaruhi berbagai faktor seperti masuknya alat kelamin, banyaknya dan lama pelecehan, dan penggunaan kekerasan. The social stigma of child sexual abuse may compound the psychological harm to children, dan pengaruh yang merugikan akan kecil dampaknya pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual namun memiliki lingkungan keluarga yang mendukung atau mendampingi paska pelecehan.
Siapakah Pelaku Pelecehan Seksual Pada Anak ?
Pelecehan seksual oleh anggota keluarga adalah bentuk inses, dan dapat menghasilkan dampak yang lebih serius dan trauma psikologis jangka panjang, terutama dalam kasus inses orangtua.
Di Amerika Utara, sekitar 15% sampai 25% wanita dan 5% sampai 15% pria yang mengalami pelecehan seksual saat mereka masih anak-anak. Sebagian besar pelaku pelecahan seksual adalah orang yang dikenal oleh korban mereka; sekitar 30% adalah keluarga dari si anak, paling sering adalah saudara laki-laki, ayah, paman, atau sepupu; sekitar 60% adalah kenalan lainnya seperti 'teman' dari keluarga, pengasuh, atau tetangga, orang asing adalah pelanggar sekitar 10% dalam kasus penyalahgunaan seksual anak.
Kebanyakan pelecehan seksual anak dilakukan oleh laki-laki; studi menunjukkan bahwa perempuan melakukan 14% sampai 40% dari pelanggaran yang dilaporkan terhadap anak laki-laki dan 6% dari pelanggaran yang dilaporkan terhadap perempuan.
Sebagian besar pelanggar yang pelecehan seksual terhadap anak-anak sebelum masa puber adalah pedofil, meskipun beberapa pelaku tidak memenuhi standar diagnosa klinis untuk pedofilia.
Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak.
Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak mengacu pada bentuk pelecehan seksual anak di mana anak prepuber adalah korban pelecehan seksual oleh satu atau lebih anak lain atau remaja dan di mana tidak ada orang dewasa yang terlibat langsung.
Definisi ini mencakup setiap aktivitas seksual di antara anak-anak yang terjadi tanpa persetujuan, tanpa kesetaraan, atau sebagai akibat dari paksaan, apakah pelaku menggunakan kekuatan fisik, ancaman, tipu daya atau manipulasi emosional untuk memaksa bersama-sama melakukannya. Ketika pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu saudara di atas yang lain, itu dikenal sebagai "kekerasan antar saudara", suatu bentuk dari inses.
Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak dibedakan lebih jauh dari bermain seksual secara normatif atau rasa ingin tahu pada anatomi dan eksplorasi (yaitu "bermain dokter ") karena terbuka dan tindakan sengaja diarahkan pada rangsangan seksual atau orgasme. Dalam banyak kasus, inisiator melakukan eksploitasi kepada anak lain yang naif, dan korban tidak menyadari sifat dari apa yang terjadi kepada mereka.
Ketika seorang anak prapuber adalah korban pelecehan seksual oleh satu atau lebih anak lain atau remaja, dan orang dewasa tidak secara langsung terlibat, itu dapat didefinisikan sebagai pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak.
Kejadian pelecehan anak seksual anak yang dilakukan oleh anak tidak diketahui dengan pasti, mirip dengan pelecehan oleh orang dewasa. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya laporan karena tidak banyak diketahui di masyarakat dan sering terjadi di luar pengawasan orang dewasa. Bahkan jika diketahui oleh orang dewasa, kadang-kadang dianggap sebagai tindakan yang tidak berbahaya oleh mereka yang tidak mengerti implikasinya.
Secara khusus, pelecehan antar saudara berada di bawah dan dilaporkan sangat relatif terhadap tingkat pelaporan bagi pelecehan seksual orang tua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, dan pengungkapan inses oleh korban selama masa kanak-kanak sangat jarang.
Tidak seperti penelitian tentang pelaku dewasa, hubungan kausal kuat telah dibentuk antara pelaku anak dan remaja dan korban sendiri dari pelanggar ini sebelumnya, baik oleh orang dewasa atau anak-anak lain.
Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak.
Definisi ini mencakup setiap aktivitas seksual di antara anak-anak yang terjadi tanpa persetujuan, tanpa kesetaraan, atau sebagai akibat dari paksaan, apakah pelaku menggunakan kekuatan fisik, ancaman, tipu daya atau manipulasi emosional untuk memaksa bersama-sama melakukannya. Ketika pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu saudara di atas yang lain, itu dikenal sebagai "kekerasan antar saudara", suatu bentuk dari inses.
Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak dibedakan lebih jauh dari bermain seksual secara normatif atau rasa ingin tahu pada anatomi dan eksplorasi (yaitu "bermain dokter ") karena terbuka dan tindakan sengaja diarahkan pada rangsangan seksual atau orgasme. Dalam banyak kasus, inisiator melakukan eksploitasi kepada anak lain yang naif, dan korban tidak menyadari sifat dari apa yang terjadi kepada mereka.
Ketika seorang anak prapuber adalah korban pelecehan seksual oleh satu atau lebih anak lain atau remaja, dan orang dewasa tidak secara langsung terlibat, itu dapat didefinisikan sebagai pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak.
Kejadian pelecehan anak seksual anak yang dilakukan oleh anak tidak diketahui dengan pasti, mirip dengan pelecehan oleh orang dewasa. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya laporan karena tidak banyak diketahui di masyarakat dan sering terjadi di luar pengawasan orang dewasa. Bahkan jika diketahui oleh orang dewasa, kadang-kadang dianggap sebagai tindakan yang tidak berbahaya oleh mereka yang tidak mengerti implikasinya.
Secara khusus, pelecehan antar saudara berada di bawah dan dilaporkan sangat relatif terhadap tingkat pelaporan bagi pelecehan seksual orang tua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, dan pengungkapan inses oleh korban selama masa kanak-kanak sangat jarang.
Tidak seperti penelitian tentang pelaku dewasa, hubungan kausal kuat telah dibentuk antara pelaku anak dan remaja dan korban sendiri dari pelanggar ini sebelumnya, baik oleh orang dewasa atau anak-anak lain.
Pencegahan Pelecehan seksual secara umum.
Secara umum sebaiknya penumpang menghindari berpergian sendirian pada malam hari. Juga dianjurkan untuk pergi bersama teman lainnya apabila ada keperluan yang menggunakan angkutan umum dan memastikan bahwa keberadaan diri diketahui oleh orang lain.
Walaupun tidak ada jaminan bahwa berpakaian tertutup akan aman dari perilaku pelecehan seksual, namun kode etik berpakaian secara rapih dan prilaku yang sopan dianjurkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Tips Mengadukan Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak
Berikut ini ada beberapa tips yang harus dibaca orangtua, atau sanak saudara yang sudah memiliki anak agar dapat menjaga dan melindungi anak dari berbagai kasus kekerasan:
Hukum Internasional Tentang Pelecehan Seksual (pada anak).
Kekerasan seksual terhadap anak dinyatakan tidak sah hampir di manapun di dunia ini, umumnya diganjar dengan hukum pidana berat, termasuk hukuman mati dan penjara seumur hidup. Hubungan seksual seorang dewasa dengan anak di bawah umum dinyatakan sebagai pemerkosaan menurut hukum, didasarkan pada prinsip bahwa seorang anak tidak dapat memberikan persetujuan dan setiap persetujuan yang nyata oleh seorang anak tidak dianggap sah.
Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah perjanjian internasional yang secara resmi mewajibkan negara untuk melindungi hak anak. Ayat 34 dan 35 dalam konvensi tersebut meminta negara untuk melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan pelecehan seksual. Hal ini termasuk pernyataan bahwa ancaman kepada seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual, prostitusi anak, dan eksploitasi anak dalam menciptakan pornografi dianggap melawan hukum. Negara juga diminta mencegah penculikan dan perdagangan anak. Sejak bulan November 2008, 193 negara sepakat dengan Konvensi Hak-Hak Anak, termasuk setiap anggota PBB, kecuali Amerika Serikat dan Somalia.
Sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/12/tahu-dan-peduli-tentang-pelecehan.html, 10 Desember 2013.
Referensi :
Tips Mengadukan Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak
- Sedini mungkin anak harus dikenalkan pada tubuhnya sendiri; mana bagian tubuhnya yang boleh diperlihatkan pada/dipegang oleh orang lain dan mana yang tidak
- Ajari anak untuk mengenal nama bagian tubuhnya sendiri sehingga dia dapat menjelaskan dengan tepat apa yang terjadi pada dirinya. Ini penting untuk kesaksian
- Anak harus dibiasakan untuk menolak perlakuan orang lain yang menyebabkan dia merasa tidak nyaman/terganggu/sakit. Kalau ada perlakuan yang tak wajar terhadap dirinya, anak dibiasakan untuk segera bercerita kepada orang tua, guru, atau keluarga yang lain. Anak juga harus dilatih agar tidak mudah percaya pada orang lain atau diajak main di tempat yang sepi.
- Sebagai orang tua, perhatikanlah sikap dan kebiasaan anak sehari-hari. Bila ada perubahan, seperti menjadi penakut, mudah marah,hiperaktif, suka merusak barang-barang atau menjadi pemalu dan menarik diri dari pergaulan, segeralah lakukan pengamatan dan tanyai anak.Percayailah apa yang dikatakan oleh anak.Berilah perasaan nyaman dan dukungan kepada anak atas apa yang telah dikatakannya.
- Pergilah ke kantor polisi. Laporkan lah semuanya yang terjadi pada korban ke polisi. Bawalah bukti bukti yang kuat,agar bisa menjerat si pelakuDatanglah ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia
- Datanglah ke KPAI bila kasus yang anda sudah laporkan, belum di tindak lanjuti atau berhenti dan tidak bisa menghukum si pelaku
- Minta dukungan LSM yang bergerak untuk korban kekerasan terhadap anak. Biasanya kalau hanya mengandalkan suara sendiri untuk menuntut si pelaku,sepertinya belum begitu kuat. Makanya kita harus meminta dukungan dari LSM atau NGO yang bergerak di isu perlindungan korban kekerasan seksual pada anak.
Jika Anda mempunyai pengaduan yang berhubungan dengan perlindungan anak, silahkan hubungi :
Komisi Nasional Perlindungan Anak
Alamat :
Jalan TB Simatupang No. 33 Jakarta Timur Indonesia 13760
Situs Resmi :
Hotline Services : (62-21) 8779 1818
Telp : (62-21) 8416157
Fax : (62-21) 8416158
Email : info@komnaspa.or.id
Hukum Internasional Tentang Pelecehan Seksual (pada anak).
Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah perjanjian internasional yang secara resmi mewajibkan negara untuk melindungi hak anak. Ayat 34 dan 35 dalam konvensi tersebut meminta negara untuk melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan pelecehan seksual. Hal ini termasuk pernyataan bahwa ancaman kepada seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual, prostitusi anak, dan eksploitasi anak dalam menciptakan pornografi dianggap melawan hukum. Negara juga diminta mencegah penculikan dan perdagangan anak. Sejak bulan November 2008, 193 negara sepakat dengan Konvensi Hak-Hak Anak, termasuk setiap anggota PBB, kecuali Amerika Serikat dan Somalia.
Sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/12/tahu-dan-peduli-tentang-pelecehan.html, 10 Desember 2013.
Referensi :
Langganan:
Postingan (Atom)

