Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2015

Allah Adalah Kasih, Apa Pendapat Anda Menyaksikan Hubungan Kasih di Bawah Ini ?


Anda mengenal gambar di atas ?
Bagi anda yang beragama Kristen Katolik pasti menjawab "Ya, itu gambar Tuhan Yesus yang menolong domba yang hilang, terjatuh ke dalam jurang!'. 

Gambar di atas memang menggambarkan kasih Tuhan kepada anda semua umat-Nya, coba bayangkan jika gambar di atas bukan Tuhan Yesus, namun seorang pengembala biasa/ seorang upahan apakah ia rela membahayakan dirinya menolong dombanya yang jatuh ke dalam jurang, dan dengan menolongnya, bisa saja ia malah ikut jatuh ke dalam jurang. Mungkin ya, mungkin tidak, seorang gembala melakukan tindakan "nekad" di atas dalam kehidupan kita sehari-hari.

Namun, tunggu dulu ternyata "kasih itu masih ada dan ada", mereka ternyata memiliki kasih yang melebihi kasih seorang gembala menyelamatkan domba yang menjadi tanggung jawabnya

Gambar di bawah memperlihatkan mereka yang rela meluangkan waktu, bahkan membahayakan dirinya demi menyelamatkan nyawa "sesamanya", walaupun sesamanya tersebut bukan milik dan menjadi tanggung jawabnya. Silahkan menyimak dan berkomentar.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_9
2 pemuda yang menyelamatkan "kucing liar". 

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_13
2 pemuda yang beraruh nyawa menyelamatkan domba yang hanyut di sungai 
(mirip gambar Tuhan Yesus di atas ya ....)

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_8
2 anak yang menyelamatkan anak anjing yang jatuh ke sungai.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_2
Kehebohan masa yang muncul di pinggir sungai/ laut, "hanya karena peristiwa" anak anjing hanyut.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_15
Korban banjir yang lebih mengutamakan keselamatan anak anjing miliknya daripada dirinya sendiri.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_16
Ups toloong selamatkan nyawa anak rusa ini......!

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_21
Kehebohan kisah penyelamatan "seekor tikus/ hamster" yang terjepit di lobang gorong-gorong kota.
Bayangkan di sini tikus di anggap hama !

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_22
Petugas pemadam kebakaran memberi nafas buatan kepada "ibu kucing"

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_24
Biar bukan anakku, ia tetap harus ku susui

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_18
Petugas pemadam kebakaran memakaikan  masker gas kepada anak kucing.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_14
Petugas pemadam kebakaran memberi minum kepada Koala, korban kebakaran hutan di Australia.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_11
Bayangkan sekali terpeleset, pria ini menjadi "korban banjir".

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_27
Balas budi panda kepada insan penyelamat hidupnya.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_20.
Kebahagiaan yang "mungkin" tidak dia jumpai dalam hubungannya dengan "sesamanya".

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_19
Ikatan batin lebih kuat daripada hubungan ibu-anak (anak badak ada di samping kaki petugas).

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_7
Dalam hidupnya hanya dari dialah ia memperoleh kasih sayang.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_36
Pria ini hidup bersama segerombolan anjing di istana miliknya.

Hubungan Antara Manusia dan Hewan_12

Kasih tetap ada walau di saat anda merasa sangat ketakutan dan melenyapkannya.

Sabtu, 17 Januari 2015

Paus Fransiskus : Tanggalkan Keduniawian Rohani !


Dalam Himbauan Apostolik Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus memperingatkan untuk mewaspadai bahaya keduniawian rohani dalam hidup Gereja. Apa yang dimaksud dengan “keduniawian rohani”? Apa yang menyebabkan keduniawian ini?
Remarus Janarko, Surabaya

Pertama, “keduniawian rohani” adalah sikap duniawi yang diwujudkan dalam hidup rohani atau hidup menggereja, atau sikap mencari kemuliaan dan kesejahteraan diri sendiri, dan bukan mencari kemuliaan Tuhan. Keduniawian ini diwujudkan dalam bungkus penampilan saleh, pelayanan luhur, dan nasihat mulia. Fokus semua tindakan itu ialah mencari kemuliaan diri sendiri melalui pujian dan kekaguman orang lain, serta bukan diarahkan kepada Tuhan. Tuhan hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri. Sasaran sikap dan tindakan ini horizontal, yaitu kepada sesama, dan sama sekali tidak vertikal, kepada Allah.Sikap inilah yang dicela Yesus dalam diri orang-orang Farisi: “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang esa?” (Yoh 5:44). Paus Fransiskus menegaskan, sikap keduniawian rohani ini jauh lebih berbahaya, karena kamuflase rohaninya daripada keduniawian lain yang melulu bersifat moral (EG 93).

Kedua, keduniawian ini bisa dikompori dua keyakinan yang saling-terkait (EG 94). Keyakinan pertama bahwa keselamatan dapat dicapai melalui pengalaman rohani tertentu atau dengan memiliki pengetahuan- pengetahuan iman yang meneguhkan atau memberi pencerahan. Iman di sini hanya dihayati secara pribadi. Inilah wujud dari aliran gnostisisme yang kita kenal dalam sejarah Gereja. Akibat paling konkret dari keyakinan ini ialah sikap tertutup pada diri sendiri dan berpuas-diri dengan pikiran dan perasaan sendiri yang dirasa hebat, luhur-suci.

Keyakinan kedua ialah “neopelagianisme promethean”,yaitu keyakinan bahwa dengan kekuatan mereka sendiri (bukan Tuhan!), mereka dapat mencapai keselamatan. Kata “promethean” berasal dari Prometheus, yaitu seorang pribadi dari mitologi Yunani yang dihukum para dewa karena sudah mencuri api dari surga untuk diberikan kepada manusia. Orang-orang ini seolah mencuri kekuasaan Allah yang menyelamatkan, sehingga merasa mampu menyelamatkan diri sendiri. Mereka juga merasa superior dibandingkan orang lain, karena sudah melakukan secara tekun dan ketat peraturan-peraturan tertentu yang sungguh benar atau cara hidup Katolik tertentu dari masa lalu. Mereka merasa diri sebagai kelompok elit yang narsistik dan otoriter. Fokus mereka bukanlah mewartakan kabar gembira kepada orang lain dan membuka diri kepada rahmat Allah, tetapi cenderung menganalisis dan mengkotak-kotakkan orang lain. Mereka ini menghabiskan energi untuk meneliti dan mencari kesalahan orang lain. Paus Fransiskus menegaskan, “Mereka ini bukti immanentisme antroposentris yang berpusat pada manusia.” (EG 94)

Dalam kedua sikap di atas, fokus penghayatan rohani mereka bukanlah kepada Yesus Kristus, tetapi diri sendiri, kemegahan dan kekuatan diri sendiri. Di antara para pemeluk kedua sikap ini, tak mungkin muncul suatu greget mewartakan kabar gembira yang sejati.

Ketiga, tanda jelas dari keduniawian rohani ialah keasyikan yang tiada habis mengkutak-kutik liturgi, ajaran dan harga diri Gereja, namun tanpa keprihatinan sedikitpun agar Injil memiliki pengaruh kuat kepada umat Allah yang beriman dan menanggapi kebutuhan konkret zaman sekarang (EG 95). Keduniawian rohani ini juga muncul dalam obsesi menolong diri atau realisasi diri, dalam sikap pamer hidup sosial yang penuh penampilan, rapat, perjamuan makan, dan resepsi, atau dalam mentalitas bisnis, yang dikejar dengan manajemen, statistik, perencanaan dan evaluasi. Yang terabaikan ialah Kristus yang menjelma, disalib dan bangkit, dan kerasulan konkret menanggapi kebutuhan dalam masyarakat (EG 95)

Penulis : RP Petrus Maria Handoko CM
Sumber :  http://www.hidupkatolik.com, Senin, 8 Desember 2014 10:33 WIB.

Senin, 10 November 2014

Saatnya Kita Merenung Arti Kepahlawanan.

NOAH - HERO (Official Video)

Hari ini tanggal 10 Nopember 2014 kita memperingati "Hari Pahlawan", gema kepahlawanan bergaung di seluruh pelosok Indonesia. Kita mengenang jasa mereka yang telah gugur demi kemerdekaan kita dari derita penjajahan. 

Adalah sebuah keprihatinan bagi kita para generasi tua, untuk para generasi muda yang merasa "mereka "belum merdeka". Ya mereka memang belum pernah merasakan bagaimana sengsaranya orang yang "terjajah". Mereka merasa belum merdeka karena adanya pemahaman: Merdeka adalah kebebasan melakukan tindakan yang mereka sukai tanpa larangan, baik dari undang-undang, peraturan adat, kebiasaan disiplin dikeluarga, dan lain-lain. Kemerdekaan adalah kebebasan melakukan aktivitas kehidupan dengan tetap memperhatikan hak dan kewajiban sebagai warga negara, warga masyarakat dalam kerangka dan batasan bertanggungjawab.

Kita sering melihat anaik-anak muda merasa terjajah oleh perasaan "galau" oleh sebab-sebab yang sepele. Dan bagi mereka rasa galau bisa serasa kiamat bagi kehidupan mereka. 

Saatnya kita bangkit, kita berdiri dan memandang masa depan kita ":
  1. Bagi pahlawan kita berdoa semoga arwah mereka diterima disisi Tuhan dan diberikan penghargaan yang layak sesuai amal dan jasanya, 
  2. Bagi pahlawan yang masih hidup kita berikan penghargaan dengan penghormatan atas pengabdiannya terhadap pendirian dan perintisan pembangunan Indonesia.
  3. Bagi anda dan saya jadilah pahlawan masa kini yang menebar kebaikan terhadap sesama melalui karya dan usaha kita dalam memajukan dan mengharumkan nama bangsa.


Terlepas dari semuanya itu hidupkan semangat kepahlawanan sesuai jaman masa kini, dimana kepahlawanan adalah berbuat kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. dan perlu kita pahami oleh mereka yang kita bantu kita bisa juga disebut "PAHLAWAN".

Sabtu, 13 September 2014

Azumi Kawashima, Kisah Nyata Yang Tragis Percintaan Seorang Artis Film Dewasa (JAV) Jepang.


Artikel ini kami sajikan secara khusus dengan tujuan sebagai pembelajaran bagi anda semua para generasi muda, bahwa tujuan yang baik sebaiknya diwujudkan dengan cara yang baik, agar tujuanyang diinginkan tercapai dan tidak membawa dampak buruk bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Azumi Kawashima bisa kita jadikan model bahwa cinta buta namun tulus dan disertai pengorbananpun belum cukup untuk memperoleh impian. Namun satu hal positif yang diambil, segera menyadari kesalahan dan bertobat adalah langkah yang patut diteladani.

Azumi Kawashima  adalah seorang artis film dewasa yang malang, masuk ke dunia gelap karena terpaksa untuk satu tujuan mulia, demi cinta rela melakukan apa saja termasuk pengorbanan lahir batin. Namun bukan cinta yang diperoleh, justru ia jatuh ke dalam jurang ekploitasi seks dan gemerlap dunia "hitam". Azumi Kawashima pada jamannya sangat terkenal dan populer, namun ditengah gemerlap harta dan kenikmatan dunia yang ia peroleh segera ditinggalkan dan berusaha menjadi "manusia yang baik". Semoga artikel ini membawa manfaat bagi anda semua.


Azumi Kawashima (川島和津実), (lahir di Tokyo, Jepang, 8 Agustus 1979; umur 35 tahun). Dia adalah seorang aktris Jepang yang dalam industri JAV (film dewasa Jepang) yang terkenal pada akhir dekade 90-an. Pada usia 17 tahun, dia pertama kali membintangi film porno. Dalam waktu kurang dari dua tahun, namanya dengan cepat melejit bintang JAV terpopuler dan bertarif tertinggi.


Azumi memasuki industri film porno saat itu ia berniatnya membantu pacarnya yang tengah terlilit hutang. Namun apa daya, begitu pacarnya tahu ia menjadi model bugil di majalah-majalah porno macam Urecco dan Beppin Scholl serta membintangi film-film porno, Azumi malah diputuskan. Habis manis sepah dibuang.


Selain populer di Jepang, dia juga menjadi idola di negara-negara barat, terkenal karena wajahnya yang imut dan payudaranya yang montok. Tahun 1999, Azumi mencapai puncak kesuksesannya dengan menduduki peringkat teratas dalam industri film dewasa Jepang. 

Debut video film dewasa (AV) adalah "Promise" dirilis di bawah label Try-Heart Corporation Sexia pada bulan Desember 1998. Pada bulan Januari 1999, Kawashima membintangi "Naive", untuk label Shy. Videonya berikutnya adalah untuk label Sexia, "I Want To Hold You" (Februari 1999), dan ia kembali di Shy untuk rilis April 1999, Purity, disutradarai oleh Kunihiro Hasegawa. 

Kawashima tampil di volume ketujuh film seri "Sexia's Pretty Wife", subtitle "Dangerous Love Triangle", yang dirilis pada Mei 1999. Hal ini terbukti menjadi video terakhir sebagai Kawashima pensiun dari pekerjaan AV setelah Mei 1999.
  1. 18 Desember 1998 Bond 約束(セクシア)
  2. 31 Januari 1999 Naive -純真-(シャイ企画)
  3. 26 Februari 1999 I Want To Hold You 抱きしめたい(セクシア)
  4. 23 Maret 1999 Genuine 生粋(シャイ企画)
  5. 30th April 1999 Natural(シャイ企画)
  6. 21 Mei 1999 Pretty Wife 7 プリティワイフ7(セクシア)
  7. 18 Juni 1999 Memories(シャイ企画)
  8. 14 Agustus 1999 Azu-mi-x(セクシア)
Film-filmnya total 8 judul dan 2 di antaranya diterbitkan ulang, semuanya menampilkan peran-peran fantasi konvensional seperti dalam film-film porno Jepang pada umumnya seperti sebagai perawat, istri muda, pelajar, dll. 

Di luar pekerjaan dewasanya, Kawashima juga memiliki peranan utama dalam 1999 V-Cinema film horor Demon Killer or Junreiki 殉霊鬼(じゅんれいき), disutradarai oleh Seki Akitsugu, di mana enam pria dan wanita yang tinggal di sebuah villa diserang oleh pembunuh.  


Selain karir videonya, portofolio Kawashima meliputi pelepasan 10 photobook dirilis dari tahun 1999 sampai 2003. 


Bulan September pada tahun yang sama (1999), kariernya sebagai seorang JAV idol berakhir setelah pacarnya mengetahuinya sebagai bintang film porno

Video Kawashima dan photobooknya tetap populer di Jepang setelah pensiun dan ketika pengecer Video DMM disurvei penggemar AV Jepang di awal 2012 untuk AV aktris terbaik sepanjang sejarah 30 tahun dari genre, Kawashima peringkat nomor 4 dari 100 aktris yang terdaftar . 




Karena kariernya yang singkat inilah tidak banyak film-film yang dibintanginya. Walau begitu, popularitasnya tetap hidup, beberapa filmnya telah diproduksi ulang dan dirilis. Hal ini kemungkinan karena dia tidak membintangi film-film dengan tema seks yang nyeleneh semacam hardcore, BDSM, ataupun bondage. Film-filmnya kebanyakan bertema gadis yang imut/tidak berdosa yang banyak digemari penonton Jepang. 


Setelah putus dengan pacarnya dan pensiun dari dunia hiburandia menikah dengan Seki Akitsugu, produser sekaligus sutradara film porno yang dibintanginya, Azumi menikah dan dikaruniai satu orang anak. Kini ia pensiun dari dunia pornografi dan menjadi ibu rumah tangga. 


Azumi juga pernah berkunjung ke Bali, Indonesia pada tahun 1999 untuk salah satu sesi pemotretan album fotonya.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Azumi_Kawashima
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kawashima_Azumi
  3. http://www.lihat.co.id/

Jumat, 24 Januari 2014

Menemukan Tuhan Dengan Memulihkan Martabat Sesama Manusia..

Memulihkan Martabat Korban

Dalam Surat Gembala Pembukaan Tahun Pelayanan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Mgr I. Suharyo mengisahkan peziarahan Edith Stein atau Teresa Benedikta dari Salib. Perempuan Yahudi ini pernah menyimpulkan bahwa Tuhan tidak ada. Ia berhenti berdoa. Tetapi perawat semasa Perang Dunia I ini terus mencari arti hidup. Ia dibaptis, menjadi biarawati, dan mati sebagai korban kebencian etnis di kamp konsentrasi Auschwitz. Ia digelari Beata pada 1987.

Mgr Suharyo menuliskan bahwa Tuhan juga menampakkan diri melalui tanda-tanda yang tidak terduga, yakni orang majus yang mencari bayi Yesus. Mereka tidak termasuk orang pilihan menurut paham umum pada zaman itu. Tetapi mereka melihat Tuhan, bersuka cita, sujud, dan pulang menjadi terang: memberitakan perbuatan Tuhan yang agung.

Pada zaman sekarang, banyak orang yang sama sekali tidak diperhitungkan. Para korban narkoba, misalnya. Siapa yang tidak mencibir pada pengguna narkoba, yang sebenarnya adalah korban? Seringkali, mereka dicap sebagai manusia yang tidak ada guna, dan pantas dieksklusi dari masyarakat.

Edith Stein yang tak percaya Tuhan itu tanpa henti mencari arti hidup dan menemukan Tuhan, kemudian berubah. Mungkinkah seorang pengguna narkoba yang kita lihat pantas disingkirkan itu menemukan Tuhan, lalu berubah juga?

Anak kelas VI SD mencicipi ganja. Selama 16 tahun selanjutnya ia terjerat kenikmatan semu ini, hingga ia tertangkap dan dibui. Ia ingin bunuh diri, karena malu. Tetapi, ibunya membawakan Kitab Suci, dan dengan tekun menemaninya. Keluar dari penjara, hidupnya terasa berat. Hari ini ia masih hidup, sebagai imam Keuskupan Surabaya.

Semoga kita (semakin) berani menampakkan Wajah Tuhan, dengan semakin tulus dan rendah hati melayani demi pemulihan martabat mereka yang menderita dan tidak diperhitungkan.

Sumber : http://www.hidupkatolik.com/, Rabu, 15 Januari 2014 09:42 WIB.

Rabu, 30 Oktober 2013

Bersyukur, Selalu Lebih Bermakna !


Sesungguhnya ada banyak KEBAIKAN disekeliling kita, namun KEEGOISAN menutupi hati, membuat kita tidak MELIHATNYA.

Sesungguhnya kita punya banyak SAHABAT, namun KEBENCIAN membuat kita memandang mereka sebagai MUSUH.

Sesungguhnya kehidupan kita sudah BAHAGIA, namun rasa TIDAK BERSYUKUR membuat kita hidup MENDERITA.

Sesungguhnya PEKERJAAN kita sudah BAGUS, namun AMBISI berlebihan membuat kita terus MENGELUH dan PROTES.

Sesungguhnya kita sudah memiliki BANYAK, namun KESERAKAHAN membuat kita merasa MISKIN.

Sesungguhnya hidup ini DAMAI, namun KEGELISAHAN membuat dunia terasa bagai MEDAN PERANG.

Kunci permasalahan tidak ada DI LUAR, melainkan ada dalam HATI kita. 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Sabtu, 28 September 2013

KISAH NYATA ANAK DURHAKA DARI SINGAPURA.



Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.

Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.


PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.

Bagaimana dengan kita di Indonesia ?


Sabtu, 06 Juli 2013

TUHAN, aku adalah milik-MU.


Tuhan, betapa melimpah berkat-berkat-Mu selama ini;
Engkau telah menganugerahkan kepadaku mukjizat, kebahagiaan, kasih-sayang dan kemurahan.
Dalam saat-saatku yang paling gelap
Engkau telah mengirim malaikat – malaikat-Mu;
Aku telah menyaksikan betapa luar biasa kuat-kuasa-Mu.

Aku tak habis mengerti, mengapa Engkau mengasihiku,
Karena aku dipenuhi oleh dosa;
Namun setiap kali,
Engkau membangkitkanku kembali dari kejatuhanku
Dan membiarkan aku mencuba lagi

Tuhan, hatiku laksana sebuah jendela
Engkau dapat melihat segala sesuatu yang berada di dalam hatiku;
Tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan …
Dapatkan Kau melihat kasihku terhadap-Mu?

Aku adalah milik-Mu,
Pakailah aku sesuai dengan kehendak-Mu;
Apapun yang Engkau kehendaki dariku,
Dengan segala kesenangan hati, aku akan melakukannya.

Aku berusaha untuk menjadi anak-Mu
Yang menjadi kebanggaan-Mu
Aku lemah dan penuh syukur
Dan aku senantiasa memuji Nama-Mu.

Tuhan, aku sungguh tidak mengerti
Mengapa Engkau dapat mengasihi dengan cara yang luar biasa itu.
Namun, sejak aku masih kecil,
Aku selalu bersandar kepada-Mu.

Engkau senantiasa menyertaiku dalam setiap langkahku,
Aku dapat merasakan kehadiran-Mu,
Dan bila aku setiap kali datang kepada-Mu
Engkau selalu menjawab doa-doaku.

Ya Tuhan, Engkaulah pelindungku,
Aku mengasihiMu.
Aku akan melakukan segala sesuatu dan di setiap waktu
Yang Kau kehendaki aku lakukan untuk-Mu

Apapun alasan-Mu untuk mengasihiku sedemikian besarnya
Aku menyerahkan diri Tuhanku,
Dan aku akan selalu mengikuti-Mu,
Ke mana Egkau pergi.

Minggu, 16 Juni 2013

3 Pintu Kedamaian, Ketentraman Yang Berlimpah

 

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yang pemberani, trampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana “Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku” Sang Pangeran meminta.

“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, ujar Pertapa. “Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu. Sekarang pergilah.” sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya.

Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”
“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang Pangeran. “Karena di Dunia ini ada hal2 yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku”
Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.

“Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?”; tanya sang Pertapa.
“Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran.

“Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang di luar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU”
“Ini memang keinginanku” pikirnya. “Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi.”
Kemudian iapun mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

“Apa yang engkau pelajari kali ini?”

“Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tsb. dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar.”

“Engkau benar” Kata sang Pertapa. “Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri. Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang dan bahagia serta bersyukur pulalah pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi. Karena melalui merekalah, kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh.”
Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH DIRIMU”
“Jika memang diriku sendirilah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya” Ia berkata pada dirinya sendiri. Dan iapun memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak-sempurnaann ya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.

“Kini apa yang engkau pelajari ?”

“Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah.”

“Itu bagus” ujar sang pertapa.

“Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semua ini? Kapan saya bisa tenang? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini!”

“Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh” Dan iapun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi “TERIMALAH DIRIMU”.
Sang Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu itu. “Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta” katanya pada dirinya sendiri.
Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya. Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa menghakimi, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.”

“Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan” , ujar Pertapa. “Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua”

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya. Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi melihat ketidak-sempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku belajar” ujarnya “bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari mereka. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.
“Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa, “Sekarang pergilah ke Pintu Pertama.”

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan “TERIMALAH DUNIA”
“Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri “Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya?” . Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukkan dan ia ubah. Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya. Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya ?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa: “Apa yang engkau pelajari sekarang ?”

“Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka duniapun kelihatannya muram. Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ada, itu saja. Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.”

“Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa. “Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia” Sang pertapa pun menghilang.

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

Senin, 10 Juni 2013

"Jenis Kesombongan"


Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan.
Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember & menyikat lantai rumahnya keras-keras.

Pria itu bertanya,
"Apa yang sedang Anda lakukan?"

Sang Guru menjawab,
"Tadi saya kedatangan serombongan tamu yg meminta nasihat.
Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali.
Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya MERASA menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."

Saudaraku.....,
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

  • Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi.

Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

  • Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan.

Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

  • Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan.

Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.


Yang menarik....,
Semakin tinggi tingkat kesombongan, Semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, 
namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, ....
sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita.
Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, akan mempunyai akibat dan efek baik.

Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap.
Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang sangat dalam.

Tetaplah rendah hati, pahamilah bahwa semua yang kita punyai adalah merupakan anugerah pemberian TUHAN dalam hidup kita.

Selasa, 17 Juli 2012

Qian Hongyan, Semangat si Bocah Cacat Untuk Meraih Mimpi !



"Ujian yang mahaberat, jika disikapi dengan pikiran terbuka dan jiwa yang lapang, bisa mengobarkan semangat perjuangan yang tak gampang padam." 
Dan, semangat itulah yang dikobarkan seorang bocah bernama Qian Hongyan.


Kita memang kadang perlu belajar dari seorang bocah. Jika kita ingat kembali, semangat sebagai anak-anak sangat kuat untuk menerjang semua halangan dan tantangan. Satu contoh nyata adalah saat kita belajar berjalan. Meski jatuh berkali-kali, sebagai seorang bocah kita tentunya terus berusaha hingga benar-benar bisa berjalan seperti saat ini.



Dan, semangat ala bocah inilah yang-barangkali-mampu menjadi "bara api" yang terus menyala di tengah gelap dan kerasnya ujian bagi sesosok anak berusia belasan dari negeri China, Qian Hongyan. Ujian yang menimpa Qian memang sangat berat. Betapa tidak, di usianya yang masih sangat dini-tiga tahun (tepatnya pada bulan Oktober 2000)-ia mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan separuh tubuhnya hingga batas pinggang harus diamputasi.




Kondisi itu diperparah lagi dengan keadaan ekonomi orangtua Qian yang tidak berkecukupan. Karena itu, keluarga gadis cilik yang tinggal di Zhuangxia, China itu tak mampu memberikan kaki palsu untuk Qian. Sebagai gantinya, keluarga tersebut menyangga tubuh Qian dengan potongan bola basket. Sebuah solusi yang jauh dari kata nyaman, seperti kaki-kaki palsu lainnya.
   


Namun, meski tumbuh dengan keterbatasan, Qian membuktikan bahwa dunia belumlah tamat bagi dirinya. Ia tumbuh menjadi gadis yang periang dan murah senyum-seolah-olah tak terjadi suatu apa pun dalam dirinya. Dengan memantulkan bola basket di bagian bawah tubuhnya, dan dibantu penyangga untuk membantunya bergerak, Qian tetap bisa menjadi bocah lincah layaknya kebanyakan anak normal.


Bersiap Mendunia

Dengan kekurangan di tubuhnya, Qian pantang berputus asa, meski ia belum tahu bagaimana masa depannya kelak serta bagaimana ia bisa mengubah hidupnya dengan kondisinya saat itu. Hingga, suatu ketika ia mendatangi sebuah pertandingan olahraga nasional yang diselenggarakan di Kunming pada bulan Mei 2007. Di sana, benih yang menumbuhkan cita-citanya bertumbuh.


Saat itu, Qian setiap hari menyaksikan perjuangan beberapa atlet cacat yang ikut menyemarakkan pertandingan. Melihat perjuangan rekan senasib yang bertubuh cacat, hati Qian pun tergerak. Jika orang lain mampu berprestasi di bidang olahraga meski dengan tubuh cacat, mengapa dia tidak melakukan hal yang sama? Pikiran itulah meletupkan cita-cita Qian Hongyan untuk ikut menjadi seorang atlet.


Maka, selepas acara olahraga nasional tersebut, tekad Qian segera diwujudkan dengan bergabung di sebuah klub renang khusus. Tekad itu didukung sepenuhnya oleh orangtua Qian. Maka, mereka pun mendatangi Zhang Honghu, seorang pelatih yang terkenal banyak menjadikan perenang cacat sebagai juara di kejuaraan renang. Qian meminta kesempatan kepada Zhang untuk dilatih menjadi seorang seorang juara.

Zhang yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin hanya mengatakan bahwa semua tergantung pada kemauan dan tekad Qian. Sebab, menurutnya, dengan kekurangan separuh tubuh yang tak dimilikinya, agak sulit bagi Qian untuk berenang dengan hanya mengandalkan kedua lengannya. Tetapi, tekad sangat kuat Qian rupanya berhasil memikat Zhang. Maka, ia pun memberikan porsi latihan khusus bagi Qian agar lebih mampu menyeimbangkan kedua bahu dan lengannya.

Kepercayaan Zhang pun dijawab dengan kesungguhan Qian. Dengan porsi latihan cukup berat, apalagi dengan kesulitan yang dialami sejak awal latihan, Qian tak pernah sekali pun mengeluh. Baginya, impian untuk menjadi atlet adalah cita-cita yang tak boleh padam. Dalam sehari, setidaknya jarak 2000 meter ditempuh Qian di arena air untuk melatih otot-ototnya. Selain itu, latihan lain seperti sit-up, mengangkat beban, hingga berbagai jenis latihan dilakukannya dengan bersemangat.



Semangat inilah yang membuat Qian kini dikenal di seantero China dan bahkan dunia. Kisah hidup dan tekad kuatnya telah menginspirasi banyak orang agar mampu mendobrak segala keterbatasan. Kisah Qian banyak dimuat di berbagai media baik cetak maupun online sehingga mengangkat namanya. Kini, ia ingin mendunia dengan usahanya mewakili China pada tahun 2012 pada kejuaraan renang di olimpiade khusus orang cacat. Tak tanggung-tanggung, Qian mematok target menjadi juara dunia renang pada kejuaraan olimpiade tersebut. Dia bekerja keras untuk mewujudkan impiannya tersebut.


Jika melihat kesungguhan dan tekadnya, sepertinya impian itu tak mustahil untuk dicapai. Sebab, sejatinya kesungguhan dan tekad kuat yang dilandasi kerja keras akan mampu menaklukkan segala tantangan.


Sumber : http://www.andriewongso.com/, Senin, 14 Desember 2009, dikutip dari http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/

Anda perlu baca juga :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...