Sabtu, 28 September 2013

Yesus Tak Melarang Bersumpah !

Yesus Tak Melarang Bersumpah

Dalam penyelidikan kanonik di paroki, kami berdua diminta untuk bersumpah. Saya yang beragama Katolik diharuskan bersumpah. Sementara pacar saya yang beragama Kristen menolak bersumpah, sehingga dia hanya berjanji saja. Pacar saya mengatakan bahwa Yesus melarang murid-murid-Nya bersumpah (Mat 5:34-35). Lalu, mengapa orang Katolik melanggar perintah Yesus?
Maria Magdalena Mariyanti, Magetan

Pertama, kita perlu mencermati dan menafsirkan dengan baik teks Mat 5, bukan hanya ayat 34-35, melainkan juga ayat 36-37, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, atau pun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”

Perluasan kutipan ini memberikan fokus penafsiran yang jelas, yaitu bahwa fokus ajaran Yesus bukanlah pada soal boleh bersumpah atau tidak, melainkan
soal ketulusan atau kesederhanaan (Latin: simplicitas) kita. Artinya, ya kita berarti ya, dan tidak kita berarti tidak, seperti yang dikatakan dalam ayat 37.

Kedua, dengan memperhatikan fokus ajaran yang hendak disampaikan Yesus, maka harus ditafsirkan bahwa ayat 34-35 hanyalah contoh untuk memperjelas fokus ajaran. Yesus melarang kita berkata berputar-putar (Jawa: mencla-mencle), sehingga untuk mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya, orang harus bersumpah. Rasul Yakobus mengulangi ajaran yang sama (Yak 5:12).
Jadi, Yesus sebenarnya tidak bermaksud melarang bersumpah.

Sikap Yesus yang tidak melarang bersumpah ini secara implisit bisa dilihat pada Mat 23:16-22. Jika Yesus memang benar melarang bersumpah, maka Dia akan mengatakan secara singkat dan tegas agar jangan bersumpah. Contoh-contoh pada ayat 19-22 menunjukkan bahwa Yesus tidak melarang bersumpah, tetapi meminta kesadaran dan keseriusan tentang sumpah.

Ketiga, gaya bahasa Yesus dalam mengajar perlu dimengerti dengan baik agar kita tidak salah menafsirkan. Jika mencermati ajaran-Nya tentang cara berdoa, Yesus menganjurkan kita masuk ke kamar (Mat 5:6). Fokus ajaran Yesus ialah mengecam kemunafikan orang Farisi, bukan soal berdoa di depan umum. Demikian pula ajaran tentang memberikan pipi kiri, jika ditampar pipi kanan (Mat 5:38). Fokus ajaran Yesus ialah jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan untuk memutuskan rantai kejahatan. Juga tentang mengudungkan tangan atau mencungkil mata
(Mat 5:29-30), Yesus meminta kesigapan kita untuk secara tegas mengambil sikap terhadap sumber-sumber dosa. Dalam semua contoh ini, kita perlu menemukan fokus ajaran Yesus.

Keempat, jika bersumpah diartikan memanggil Allah sebagai saksi, kita mempunyai beberapa contoh dari ungkapan-ungkapan Yesus dan Paulus tentang praktik ini. Sumpah diberikan bukan karena kita tidak bisa dipercaya, melainkan karena pihak lain yang tidak percaya. Memang dalam teks-teks ini tidak digunakan kata “sumpah”.

Ketika menjelaskan jati diri dan membela pekerjaan yang Dia lakukan, Yesus menghadirkan Allah sebagai saksi-Nya: “Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku.” (Yoh 5:36-37)

Dalam 2 Kor 1:18, Paulus menghadirkan Allah sebagai saksinya: “Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku - Ia mengenal aku - bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.” Sekali lagi, 1 Tes 2:5, “Karena kami tidak pernah bermulut manis - hal itu kamu ketahui- dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi - Allah adalah saksi ...” (Bdk. 1 Kor 11: 11. 30-31).

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM
Sumber : http://www.hidupkatolik.com/, Senin, 9 September 2013 15:27 WIB.

KISAH NYATA ANAK DURHAKA DARI SINGAPURA.



Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.

Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.


PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.

Bagaimana dengan kita di Indonesia ?


Senin, 16 September 2013

Mengenal Zakharia, Pendeta Suci Yahudi Bapa dari Santo Yohanes Pembaptis.

File: Holy Cross Monastery di Yerusalem. Lukisan Georgia 01.JPG
Zakharia dan St Yohanes Pembaptis. 
Sebuah lukisan abad pertengahan Georgia dari Yerusalem.

Zakharia (Ζαχαρίας dalam bahasa Yunani, Zacharias di KJV , Zachary di Douay Rheims-Alkitab ) adalah tokoh dalam Alkitab dan Quran . Dalam Alkitab, dia adalah ayah dari Yohanes Pembaptis, seorang imam dari bani Harun dari suku Lewi, seorang nabi dalam Lukas 1:67-79, dan suami dari Elisabeth yang merupakan sepupu Maria , ibu Yesus.

Dalam Al-Qur'an , Zakharia ( Arab : زكريا; Zakaria) memainkan peran yang sama sebagai ayah dari Yohanes Pembaptis dan peringkat dia sebagai seorang nabi bersama John dan Yesus dan perannya sebagai salah satu manusia Allah sering dirujuk dalam ayat Al-Qur'an.

Menurut Injil Lukas, pada masa pemerintahan Raja Herodes , ada "seorang imam tertentu yang bernama Zakharia, jalannya Abia ", yang istrinya Elisabeth juga dari keluarga imam Harun . Para penginjil menyatakan bahwa kedua orang tua yang benar di hadapan Allah, karena mereka "tidak bersalah" dalam mengamati perintah dan ketetapan Tuhan. Ketika peristiwa terkait dalam Lukas dimulai, pernikahan mereka masih punya anak, karena Elisabeth mandul dan mereka berdua sangat tua ( Lukas 1:5-7 ).

Tugas di bait suci di Yerusalem berganti-ganti antara masing-masing garis keluarga yang telah turun dari yang ditunjuk oleh raja Daud ( 1 Tawarikh 24:1-19 ).  Lukas menyatakan bahwa selama seminggu ketika itu tugas keluarga Zakharia line untuk melayani di "bait Tuhan", banyak untuk melakukan pembakaran ukupan telah jatuh ke Zakharia ( Lukas 1:8-11 ). Injil Lukas menyatakan bahwa sementara Zakharia melayani di altar dupa, seorang malaikat Tuhan muncul dan mengumumkan kepadanya bahwa istrinya akan melahirkan seorang putra, siapa dia menyebutkan Yohanes, dan bahwa anak ini akan menjadi cikal bakal dari Tuhan ( Lukas 1:12-17 ). Mengutip usia lanjut mereka, Zakharia meminta dengan percaya untuk tanda dimana dia akan mengetahui kebenaran nubuatan ini. Dalam jawabannya, malaikat mengidentifikasi dirinya sebagai Gabriel , dikirim khusus oleh Allah untuk membuat pengumuman ini, dan menambahkan bahwa karena keraguan Zakharia dia akan bisu dan "tidak dapat berbicara, sampai hari bahwa hal-hal ini harus dilakukan". Akibatnya, ketika ia pergi ke jamaah menunggu di pengadilan luar kuil, ia tidak mampu berbicara berkat adat ( Lukas 1:18-22 ).

Setelah kembali ke rumahnya di "Hebron, di pegunungan Yehuda", istrinya Elisabeth dikandung. Setelah Elisabeth selesai bulan kelima kehamilannya, sepupunya Maria dikunjungi oleh malaikat Gabriel , dibayangi oleh Roh Kudus dan - meskipun masih perawan - menjadi hamil dengan Yesus. Mary kemudian melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi sepupunya Elisabeth, setelah diberitahu oleh malaikat bahwa Elisabeth adalah bulan keenam kehamilan Maria tetap sekitar tiga bulan sebelum dia kembali ke rumahnya sendiri ( Lukas 1:23-45, 56 ).

Berkas:Cappella Tornabuoni, Zacharias Writes Down the Name of his Son 02.jpg
Lukisan Domenico Ghirlandaio's fresco,
 yang mengambarkan Zakharia menuliskan nama anaknya pada batu tulis.

Elisabeth melahirkan, dan pada hari kedelapan, ketika anak mereka adalah untuk menjadi disunat menurut hukum Taurat, sepupu dan tetangga diasumsikan bahwa ia diberi nama setelah ayahnya. Elisabeth, bagaimanapun, bersikeras bahwa namanya menjadi John, maka keluarga kemudian mempertanyakan suaminya. Begitu Zakharia telah menulis di atas meja menulis: "Namanya adalah Yohanes", ia kembali kemampuan berbicara, dan diberkati "TUHAN, Allah Israel" dengan nubuatan dikenal beberapa sebagai Benedictus ( Lukas 1:57-79 ). Anak itu tumbuh dan "menjadi kuat", tetapi tetap di padang pasir Yudea sampai ia diasumsikan kementerian itu adalah untuk mendapatkan dia nama " Yohanes Pembaptis "( Lukas 1:80, Lukas 3:2-3, Matius 03:01 ).


Zakharia Dalam Tradisi Kristiani. 

Origenes menyarankan bahwa Zakharia disebutkan dalam Matius 23:35 sebagai telah dibunuh di antara Bait dan mezbah mungkin ayah dari Yohanes Pembaptis. Ortodoks tradisi Kristen menceritakan bahwa, pada saat pembantaian Innocents , ketika Raja Herodes memerintahkan pembantaian semua laki-laki di bawah usia dua dalam upaya untuk mencegah Mesias yang dinubuatkan dari datang ke Israel, Zakharia menolak untuk membocorkan keberadaan anaknya (yang bersembunyi), dan karena itu ia dibunuh oleh tentara Herodes . Hal ini juga dicatat dalam Injil Bayi James , seorang apokrif karya dari abad ke-2. Karena menurut Injil Lukas, Maria adalah sepupu Elisabeth, Zakharia mungkin telah tinggal di daerah yang sama di mana keluarga Maria berasal. Namun beberapa sarjana modern menganggap hubungan ini sebagai meragukan. 

Gereja Katolik Roma memperingati dia sebagai santo , bersama dengan Elisabeth, pada 23 September. Ia juga dihormati sebagai seorang nabi dalam Kalender Suci dari Gereja Lutheran pada tanggal 5 September. 

Gereja Ortodoks Timur juga merayakan hari raya Zakharia pada tanggal 5 September , bersama dengan Elisabeth , yang dianggap ibu pemimpin a. Zakharia dan Elisabeth dipanggil dalam beberapa doa selama Ortodoks Misteri dari Penobatan (Sakramen Perkawinan), sebagai imam memberkati pasangan yang baru menikah, mengatakan "Engkau yang wafat ... menerima Zakharia dan Elizabeth, dan wafat membuat keturunan mereka yang Forerunner . .. " dan "... memberkati mereka, ya TUHAN Allah kami, seperti Engkau wafat Zakharia dan Elizabeth ...". Dalam Ortodoks Yunani kalender, Zakharia dan Elizabeth juga diperingati pada tanggal 24 Juni.

Armenia percaya bahwa Biara Gandzasar di Nagorno Karabakh , Azerbaijan berisi peninggalan Zakharia. Namun, relik nya juga disimpan di Gereja Agung Konstantinopel , di mana mereka dibawa oleh praefectus urbi Ursus pada tanggal 4 September, 415. 

File: Makam Avshalom di Lembah Kidron; jpg.
" Yad Avshalom "(Makam Avshalom) di Lembah Kidron , 
sebuah prasasti menunjukkan bahwa itu adalah makam Zakharia

Pada tahun 2003, sebuah prasasti abad ke-4 pada Yad Avshalom , sebuah monumen abad pertama di Yerusalem, yang diuraikan sebagai, "Ini adalah makam Zakaria, martir, pendeta suci, ayah dari Yohanes." Hal ini menunjukkan sebagian ulama bahwa itu adalah tempat pemakaman Zakharia ayah dari Yohanes Pembaptis. Profesor Gideon Foerster di Universitas Ibrani menyatakan bahwa penghitungan prasasti dengan teks Kristen abad ke-6 yang menyatakan bahwa Zakharia dimakamkan dengan "Simon the Elder" dan Yakobus saudara Yesus , dan percaya bahwa keduanya otentik. 

Penyusun : Yohanes Gitoyo.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Zechariah_(priest)

Anda perlu baca juga :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...