Minggu, 06 Oktober 2013

Vatikan Memberikan Dukungan Keberadaan UFO dan Solusi Teori Evolusi Darwin.


Dalam wawancara wawancara surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano dengan astronom Pastor José Gabriel Funes tanggal 14 Mei 2009. Dalam artikel berjudul "The Extraterrestrial Is My Brother" kata astronom Pastor José Gabriel Funes menyatakan bahwa ada kemungkinan alam semesta berisi banyak bentuk kehidupan asing dengan mempercayai bahwa mereka ada "tidak bertentangan terhadap iman kita terhadap Tuhan". 

Pastor Funes, yang mengambil alih sebagai kepala observatorium pada 2006, Observatorium Vatikan adalah salah satu yang tertua lembaga penelitian astronomi di dunia, dan memiliki kantor pusat di kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo dekat kota Roma. Pastor Funes, adalah seorang ilmuwan yang dihormati bekerja sama dengan universitas di seluruh dunia.


Pastor Jose Funes, seorang astronom Yesuit di Observatorium Vatikan dan salah satu penyelenggara konferensi, mengatakan:
"Sebagai ragam makhluk ada di Bumi, sehingga mungkin ada makhluk lain, juga cerdas, diciptakan oleh Allah. Ini tidak bertentangan dengan iman kita, karena kita tidak bisa memberi batas pada kebebasan kreatif Allah."

Pendeta Jose Gabriel Funes

"Menurut pendapat saya kemungkinan mahluk yang sama dengan manusia diluar bumi kita itu ada," Funes, direktur Observatorium Vatikan, mengatakan kepada L'Osservatore Romano. "Para astronom percaya bahwa alam semesta terdiri dari 100 miliar galaksi, yang masing-masing terdiri dari 100 milyar bintang ... Kehidupan bisa berkembang dimana saja dalam setiap galaksi yang maha luas. Bahkan tanpa oksigen atau hidrogen." Meskipun Funes menunjukkan mungkin ada kehidupan cerdas di luar sana, namun ia menyerahkan kembali kepercayaan itu kepada para jemaatnya.

Berikut video wawancara dengan Pastor Funes.

" Sejauh ini kita tidak punya atau belum memiliki bukti. Tapi yang pasti dalam alam semesta yang begitu besar kami tidak bisa mengecualikan hipotesis ini.," Katanya.

"Karena ada banyaknya makhluk di bumi, jadi kemungkinan ada makhluk lain yang juga cerdas, diciptakan oleh Tuhan dan ini tidak bertentangan dengan iman kita, karena kita tidak bisa memberi batas pada kebebasan kreatifitas Tuhan.." Funes juga menunjukkan bahwa manusia dapat mempertimbangkan bentuk lain kehidupan seorang "saudara extraterrestrial" karena mereka juga salah satu makhluk Tuhan. Saudara sepenciptaan.



"Karena terdapat banyak makhluk di bumi, sehingga mungkin ada makhluk lain, juga cerdas, diciptakan oleh Allah," katanya. "Hal ini tidak bertentangan iman kita karena kita tidak bisa memberi batas pada kebebasan kreatif Allah. Untuk mengatakan itu sebagai St Fransiskus [dari Assisi], jika kita mempertimbangkan beberapa makhluk duniawi sebagai 'kakak' dan 'adik', kenapa kita tidak bisa juga bicara tentang sebuah 'saudara luar angkasa'? Dia juga akan menjadi milik penciptaan. " 

"Bagaimana kita bisa mengesampingkan kehidupan yang mungkin telah dikembangkan di tempat lain?" Funes mengatakan. "Sama seperti kita menganggap makhluk di bumi sebagai 'saudara', dan 'saudara,' mengapa kita harus tidak berbicara tentang sebuah 'extraterrestrial saudara" padahal mereka menjadi bagian dari penciptaan.? "

Subyek sains versus agama bukan hal baru bagi siapa saja. Banyak orang percaya bahwa seseorang harus memilih antara sains dan kepercayaan, bahwa mereka saling eksklusif. Funes tidak setuju dan menyatakan bahwa ilmu pengetahuan, khususnya astronomi, tidak bertentangan dengan agama. pendapat Funes 'yang didukung oleh Paus Benediktus XVI, yang berniat untuk membuat eksplorasi hubungan antara iman dan ilmu pengetahuan.

Alkitab "bukanlah sebuah buku ilmu pengetahuan," kata Funes, bahwa ia percaya teori Big Bang adalah yang paling "masuk akal" penjelasan mengenai pembentukan alam semesta.

" Namun, Funes masih percaya bahwa "Tuhan adalah pencipta alam semesta dan bahwa kita bukan hasil kebetulan."

Tidak semua orang setuju, Paul Davies , seorang ahli fisika teoritis dan penulis The Goldilocks Enigma, mengatakan kepada The Washington Post bahwa ancaman terhadap Kekristenan "yang meremehkan" oleh para pemimpin Gereja. Dia mengatakan:
"Saya pikir penemuan asal-usul kedua akan signifikansi spiritual yang sangat besar. Ancaman nyata akan datang dari penemuan intelijen luar bumi, karena jika ada makhluk lain di alam semesta, maka orang Kristen, mereka dalam mengikat mengerikan ini. Mereka percaya bahwa Tuhan berinkarnasi dalam bentuk Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia, bukan lumba-lumba atau simpanse atau laki-laki hijau kecil di planet lain. "


Permusuhan berlangsung antara ilmuwan dan teolog menjadi menonjol selama peristiwa penganiayaan ilmuwan Galileo hampir 400 tahun yang lalu. Galileo diadili sebagai bidaah setelah ia secara terbuka mendukung teori Copernicus bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, sebuah teori yang membantah ajaran gereja pada saat itu. Funes mendesak gereja dan komunitas ilmiah mengesampingkan perbedaan mereka, mengatakan insiden tersebut telah "menyebabkan luka lama dan harus diperbaiki".

"Gereja telah entah bagaimana mengakui kesalahan," kata Funes. "Mungkin bisa melakukannya lebih baik, tetapi sekarang saatnya untuk menyembuhkan luka-luka itu dan ini bisa dilakukan melalui dialog dan kolaborasi antara dua keilmuan"

Giordano Bruno

Selama Inkuisisi Giordano Bruno, seorang biarawan Italia, pada tahun 1584 dihukum mati oleh Gereja Katolik untuk mengklaim bahwa dunia lain ada. Giordano Bruno, dari De l'Infinito Universo et Mondi, yang berpendapat pada abad 16 untuk Universe terbatas di mana setiap bintang dikelilingi oleh sendiri sistem planet . Bruno menulis bahwa dunia lain "tidak kurang kebajikan atau sifat yang berbeda dengan bumi kita" dan, seperti Bumi, "mengandung hewan dan penduduk".

Perlahan Gereja telah disesuaikan dengan penemuan-penemuan ilmiah, menerima penemuan oleh Copernicus dan Galileo bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta, dan yang paling baru terlambat diterima Teori Evolusi Darwin .

Selama berabad-abad, para teolog berdebat apa adanya kehidupan di tempat lain di alam semesta akan berarti bagi Gereja:
  1. Lifeforms = kehidupan di luar angkasa (Alien) akan sulit untuk menyesuaikan dengan gagasan bahwa Allah "menciptakan manusia menurut gambar-Nya".
  2. Peran Yesus Kristus sebagai penyelamat umat manusia akan menyebabkan kebingungan umat.
  3. Dunia akan lain memiliki tokoh agama mereka sendiri, atau akan Kristus yang bersifat universal (termasuk makluk di luar Bumi) ?


Penebusan Dosa.

The Vaticans chief Demonologist, Corrado Balducci discusses the existance of Aliens.

Ketika ditanya bagaimana alien bisa ditebus, Pastor Funes disebut perumpamaan Injil domba yang hilang. Aliens, ia berspekulasi, sudah bisa ditebus karena mereka bisa tetap dalam persahabatan penuh dengan Allah, sedangkan umat manusia "bisa tepat domba yang hilang, orang-orang berdosa yang membutuhkan gembala." 

Tapi bagaimana kalau mereka berdosa seperti kita? Pastor Funes menjawab bahwa sebagaimana Yesus diyakini telah datang untuk menyelamatkan umat manusia, sehingga ia yakin bahwa mereka, "dalam beberapa cara, akan memiliki kesempatan untuk menikmati kemurahan Tuhan." 

Komentar Pastor Funes tidak baru: Jesuit Brother Guy Consolmagno, sesama astronom di observatorium, membahas tema yang sama dalam buku yang ia tulis untuk Kebenaran Masyarakat Katolik ( the Catholic Truth Society) pada tahun 2005. 

Pertanyaannya juga telah diperdebatkan dalam Gereja sejak Abad Pertengahan dan dibahas oleh apologis Kristen CS Lewis, yang fiksi “Space Trilogy” menampilkan makhluk luar angkasa. Dalam sebuah esai Lewis menulis pada tahun 1958, awalnya bernama “Will We Lose God in Outer Space?” Dan kemudian diberi judul “Religion and Rocketry,” ia berpendapat bahwa keberadaan kehidupan di luar bumi cerdas belum tentu bertentangan dengan teologi Kristen. 

Dan seperti Pastor Funes, Lewis mengatakan ada kemungkinan bahwa makhluk tersebut, jika mereka ada, mungkin telah jatuh dari keadaan rahmat dan dalam hal yang mungkin ditebus melalui kemurahan Tuhan. Lewis menambahkan bahwa itu bahkan mungkin bahwa makhluk lain dengan jiwa dapat ditebus melalui pengorbanan Kristus untuk penebusan umat manusia di Kalvari, mengutip komentar St Paulus dalam Roma 8:19-23 bahwa seluruh ciptaan adalah kerinduan untuk dibebaskan dari perbudakan dan bahwa pembebasan ini akan terjadi hanya jika orang Kristen sepenuhnya melaksanakan "kemerdekaan kemuliaan" diberikan pada mereka. 

Jika kehidupan cerdas memang ada, telah jatuh dan tidak bisa ditebus oleh Allah, baik melalui Kristus atau dengan cara lain, ini bisa menjadi tantangan bagi iman Kristen, kata Lewis. 

Tapi, katanya, "Saya pikir seorang Kristen tidak indah jika imannya tidak pernah menghadapi kesulitan lebih dahsyat dari dugaan-dugaan yang menghantui."  (“I think a Christian is sitting pretty if his faith never encounters more formidable difficulties than these conjectural phantoms.”)

Ditambahkan Lewis, "Kristen dan lawan mereka lagi dan lagi berharap bahwa beberapa penemuan baru baik akan mengubah hal iman menjadi pengetahuan atau mengurangi mereka untuk absurditas paten. Tapi itu tidak pernah terjadi. " 

Jesuit Brother Guy Consolmagno percaya tidak ada pernyataan teologis pada subjek oleh Vatikan terpisah dari satu diduga dibuat pada tahun 1950 bahwa ia telah sejauh ini telah mampu untuk melacak. 

Meskipun demikian, bertentangan dengan banyak laporan di media sekuler, komentar Pastor Funes 'ke L'Osservatore Romano tidak mewakili pernyataan resmi Vatikan tetapi tetap hanya pandangan pribadinya. Namun, fakta yang mereka diterbitkan di surat kabar Vatikan menandakan dukungan dari Gereja yang lebih luas untuk penerimaan posisinya mengenai kemungkinan keberadaan alien cerdas. 

Aliens : The Great Deception (Documentary), History Channel
Pernyataan Vatikan terdapat pada menit ke 22 dan 29.

"Pada dasarnya, ini adalah bukti bahwa hirarki Vatikan setuju bahwa tidak ada masalah," kata Bruder Guy 14 Mei 2009. 

Ia juga menambahkan bahwa publikasi artikel tersebut adalah "indikasi dukungan" untuk observatorium mengikuti "laporan tidak akurat"=desas-desus dalam beberapa surat kabar sekuler tahun lalu bahwa para astronom Yesuit telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka di kediaman musim panas kepausan.


Vatikan Darwin.


Di tempat lain dalam wawancara L'Osservatore, Pastor Funes mengatakan bahwa sains dan agama saling membutuhkan dan mencatat banyak astronom percaya pada Tuhan. 

"Ilmu dan agama adalah dua sekutu yang mengangkat jiwa manusia," jelasnya, mengutip Paus Yohanes Paulus II dan Paus Benediktus XVI. "Ada dapat ketegangan atau konflik, tetapi kita tidak perlu takut. Gereja tidak perlu takut ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuannya. " 

Vatikan adalah menunjukkan kesediaannya untuk berdialog secara konstruktif dengan ilmu pengetahuan dengan mensponsori inisiatif yang membahas teori-teori ilmiah dan penemuan. Maret 2009 mendatang, Dewan Kepausan untuk Kebudayaan, bekerjasama dengan Universitas Notre Dame, akan menjadi tuan rumah konferensi Roma menandai ulang tahun ke 150 dari On the Origin of Species, pekerjaan mani Charles Darwin tentang teori evolusi. 

Konferensi penyelenggara mengatakan pertemuan itu dimaksudkan untuk memetakan jalan tengah antara posisi ideologis antagonis dari evolusionisme metafisik antireligius dan penciptaan fundamentalis berbasis di penafsiran literal dari Kitab Kejadian. 

Lain co-sponsor dari konferensi Darwin adalah berbasis Roma "Science, Teologi dan Quest Ontologis," juga dikenal sebagai proyek STOQ. Enam universitas kepausan yang berpartisipasi dalam proyek STOQ dengan tujuan meningkatkan dialog antara sains dan filsafat. 

"Kami berharap ini akan benar-benar menjadi contoh bagaimana untuk mengadakan diskusi terbuka tanpa nada," kata Profesor Gennaro Auletta, direktur spesialisasi "Ilmu dan Filsafat" di Pontifical Gregorian University dan kontributor utama proyek STOQ. "Kami hanya ingin dialog antara orang yang misinya adalah untuk memahami lebih sedikit." 

Penyusun : Yohanes Gitoyo.
Sumber : 

Kamis, 03 Oktober 2013

Apa Arti Maria adalah Bunda Allah?


Jelaskan mengapa Gereja menyatakan bahwa Maria adalah Bunda Allah? Mengapa hari raya ini ditempatkan pada tanggal 1 Januari, yaitu Tahun Baru Masehi?

Silvester Lendatu Larira, Kendari


Pertama, Gelar itu berarti bahwa Maria sebagai ibu telah melahirkan (satu pribadi) Yesus yang sekaligus mempunyai dua kodrat, yaitu kodrat manusia dan kodrat Allah. Karena pribadi yang dilahirkan itu adalah pribadi Ilahi, Maria bisa dan harus disebut Bunda Allah (Yun: Theotokos; Lat: Mater Dei atau Dei genetrix).

Gelar yang didogmakan secara resmi oleh Konsili Efesus (Tahun 431) ini merupakan akibat sampingan dari usaha Konsili untuk merumuskan siapa Yesus Kristus itu melawan bidaah Nestorianisme. Bidaah ini berpendapat bahwa dalam diri Yesus ada dua subyek, manusia Yesus dan Kristus yang adalah Allah Putra. Akibatnya, Maria bisa disebut sebagai Anthropo-tokos (yang melahirkan manusia) atau Khristo-tokos (yang melahirkan Kristus). Konsili Efesus menolak ajaran bidaah Nestorianisme ini.

Sebagai tanggapan, Konsili Efesus merumuskan bahwa Yesus Kristus adalah Allah Putra yang sehakikat dengan Bapa dan menjadi manusia sehingga Dia sekaligus sungguh Allah dan sungguh manusia, tetapi mempunyai hanya satu pribadi (subyek) Ilahi. Jadi, Maria harus disebut sebagai Theo-tokos atau Bunda Allah.

Konsili juga menjelaskan bahwa Maria disebut demikian bukanlah karena kodrat Ilahi itu berasal-usul dari Perawan Suci, tetapi karena kodrat insani Yesus berasal dari Maria dan disatukan dalam satu subyek dalam kandungan Maria. Dari Maria lahirlah Yesus yang adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Karena itu, dikatakan bahwa Firman itu lahir menurut daging (DS 251). Karena itu, dalam tradisi Gereja, Maria juga diberi gelar ”Takhta Kebijaksanaan” (KGK 721).

Kedua, Hari Raya Maria Bunda Allah dirayakan pada 1 Januari, yaitu oktaf Natal, delapan hari sesudah Natal. 1 Januari juga awal dari tahun Masehi. Hal ini bisa kita maknai bahwa kita mempersembahkan seluruh tahun yang baru kepada perlindungan Bunda Maria yang telah memberikan kepada kita ”Pencipta Kehidupan” itu sendiri. Dengan bantuan Bunda Maria, kita juga berharap menyingkapkan dan memeluk Yang Ilahi di tengah kehidupan kita sehari-hari yang biasa.

Dulu, 1 Januari dirayakan sebagai hari penyunatan dan pemberian nama pada Kanak-kanak Yesus. Penyunatan itu mempunyai makna rohani, yaitu seseorang dipersembahkan kepada Allah dan menjadi milik Allah. Pemberian nama Yesus juga mempunyai makna lebih tinggi, yaitu menegaskan misi-Nya sebagai Penyelamat Dunia (nama ”Yesus” berarti Penyelamat).

Ketiga, sejak 1967, 1 Januari dirayakan sebagai Hari Perdamaian Dunia. Hal ini mengingatkan kita bahwa Yesus yang baru dilahirkan adalah Pangeran Damai (Yes 9:6). Maka, kita bisa mengawali setiap tahun dengan meminta kepada Tuhan anugerah perdamaian melalui doa-doa Maria Bunda Allah. Menurut kebiasaan, pada hari ini Paus menyampaikan pesannya untuk perdamaian dunia.

Damai yang dimohonkan bukanlah damai semu atau koeksistensi damai, melainkan damai yang sungguh berkualitas. Tidak cukup kita hanya berdoa memohon damai, tetapi kita juga perlu memberikan pendidikan untuk perdamaian dan untuk nilai-nilai yang terkait dengan perdamaian itu. Misalnya, kebebasan, solidaritas persaudaraan, dan tak lupa juga mengecam ketidakadilan yang menyulitkan hati nurani manusia dan mengancam perdamaian dunia.

Konflik yang terjadi di banyak tempat pada tahun-tahun terakhir ini menunjukkan bahwa usaha untuk membangun perdamaian dunia pada saat ini harus melibatkan para pengikut semua agama. Seringkali konflik-konflik terjadi karena perbedaan ajaran agama. Paus Yohanes Paulus II menyatakan: ”Agama mempunyai peran menentukan dalam menggalakkan sikap-sikap perdamaian dan dalam memperkuat syarat-syarat perdamaian.” Demikian pula ”agama menjalankan perannya ini secara semakin efektif jika agama memusatkan perhatian pada apa yang seharusnya dilakukan agama, yaitu perhatian kepada Allah, menggalakkan persaudaraan semesta, dan menyebarluaskan sebuah budaya solidaritas manusiawi (Pesan untuk Hari Perdamaian Dunia, 1 Januari 2003, No 9). Maka, semua agama perlu bekerja sama membangun perdamaian di atas empat pilar, yaitu ”kebenaran, keadilan, kasih, dan kebebasan” (No 3).

Jadi, gelar Maria sebagai Bunda Allah mau meneguhkan bahwa Allah Putra sungguh menjelma menjadi manusia, menyatukan diri dengan manusia sebagai ”Pangeran Damai” yang mulai meluaskan Kerajaan Damai-Nya di dunia ini. Merayakan gelar Maria Bunda Allah berarti ikutserta meluaskan dan mewujudkan Kerajaan Damai putranya. Perayaan pada awal tahun ini menandakan bahwa misi ini akan menjadi misi Gereja sepanjang tahun. Dengan bantuan doa dan kasih keibuan Maria, mari kita wujudkan misi Pangeran Damai yang datang di tengah kita!

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM - 
Sumber : http://www.hidupkatolik.com, Jumat, 12 Juli 2013 17:03 WIB.

Mengenal Sisi Kemanusiaan Bunda Maria.

File: The Madonna di Sorrow.jpg
Lukisan Maria berjudul "The Madonna in Sorrow", oleh Sassoferrato , abad ke-17

Maria (Aram-Yahudi מרים Maryām "pahit"; Bahasa Yunani Septuaginta Μαριαμ, Mariam, Μαρια, Maria; bahasa Arab: Maryam, مريم) adalah ibu Yesus dan tunangan yang kemudian menjadi istri Yusuf dalam Kekristenan. 

Maria banyak diagungkan di kalangan orang Kristen, khususnya di lingkungan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks. Umat Muslim pun sangat menghormatinya. Bidang teologi Kristen yang berhubungan dengannya disebut Mariologi. Pesta kelahiran Maria dirayakan di kalangan Gereja Ortodoks, Katolik Roma, dan Anglikan pada 8 September. Gereja Ortodoks dan Katolik Roma juga mempunyai banyak hari perayaan lainnya untuk menghormati Maria.
Gelar-gelar Maria

Oleh Gereja Ortodoks dan tradisi-tradisi Timur dalam Gereja Katolik, Maria kerap disebut juga sebagai Theotokos. Gelar bagi Maria ini diakui dalam Konsili Ekumenis III di Efesus pada tahun 431. Theotokos sering diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai "Bunda Allah," atau lebih harafiah lagi "Yang Melahirkan Allah." Makna Teologis yang terkandung dalam gelar ini adalah bahwa putera Maria, Yesus, adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, dan bahwa dua sifat Yesus (Illahi dan insani) dipersatukan dalam satu Pribadi tunggal.


Siapakah Maria itu ?

Menurut sumber-sumber non-kanonik, Injil Yakobus, yang, meskipun bukanlah bagian dari Kitab Perjanjian Baru, berisi materi biografis mengenai Maria yang dianggap "dapat dipercaya" oleh beberapa kalangan Kristiani Ortodoks dan Katolik, Maria adalah puteri dari Yoakim dan Ana. Sebuah catatan dalam Talmud mengatakan bahwa nama ayahnya adalah Heli atau Eli, yang disebutkan dalam silsilah menurut Lukas. 

File: pertama Virgin tujuh steps.jpg
Masa Kecil Maria dalam lukisan "The Virgin's first seven steps" dari Gereja Chora, Abad ke-12.

Sebelum mengandung janin Maria, Ana mandul, dan kedua orang tua Maria sudah berusia lanjut ketika dia dikandung. Mereka membawa Maria untuk tinggal di Bait Allah di Yerusalem ketika umurnya baru tiga tahun, sangat mirip dengan peristiwa Hana membawa Samuel untuk tinggal di Tabernakel, sebagaimana yang tercatat dalam Kitab Perjanjian Lama (Tanakh, Alkitab Ibrani).

Sedikit yang diketahui mengenai riwayat hidup Maria dari Perjanjian Baru. Dia adalah kerabat dari Elizabet, istri dari imam Zakaria anggota golongan imam Abia. Elizabet sendiri seorang keturunan Harun.

Maria bertempat tinggal di Nazareth di Galilea, kemungkinan bersama dengan kedua orang tuanya, dan sementara itu telah dipertunangkan dengan Yusuf dari Keluarga Daud  Para Apologis Kristen kadang-kadang menduga bahwa Maria, sebagaimana Yusuf, juga adalah seorang keturunan Raja Daud.

Maria, yang saat itu seorang perawan, mengetahui dari malaikat Gabriel, utusan Allah, bahwa ia akan mengandung Yesus, anak dari Allah yang hidup, melalui mukjizat dari Roh Kudus.

Menurut Kisah Para Rasul, sesudah kenaikan Yesus ke surga, kurang-lebih 120 jiwa berkumpul di Kamar Atas pada peristiwa terpilihnya Matias untuk mengisi posisi Rasul yang ditinggalkan Yudas Iskariot, di mana Maria adalah satu-satunya orang yang disebutkan namanya selain ke-12 rasul serta para kandidat. Sejak peristiwa ini, namanya menghilang dari Alkitab, meskipun beberapa golongan Kristiani yang meyakini bahwa Maria sekali lagi digambarkan sebagai Wanita surgawi dalam Wahyu.


Kematiannya tidak tercatat dalam Alkitab, menurut tradisi Katolik Romawi dan Ortodoks Timur, antara tiga sampai lima belas tahun sesudah kenaikan Kristus, di Yerusalem atau Efesus, Maria meninggal dunia; disaksikan para rasul Kristus. Selanjutnya, ketika para rasul membuka makamnya, ternyata kosong, sehingga mereka menyimpulkan bahwa dia telah diangkat secara badaniah ke Surga. ("Makam Maria" - sebuah makam di Yerusalem diyakini sebagai makam Maria, namun makam itu baru dikenal pada abad ke-6.).


Kisah Maria di dalam Injil.


Sosok Maria dalam film "The Nativity"

Maria bertempat tinggal di Nazareth di Galilea, dipertunangkan dengan Yusuf. Selama masa pertunangan mereka – yakni tahap pertama dalam pernikahan Yahudi; selama masa tersebut, pasangan yang dipertunangkan tidak diperbolehkan sama sekali untuk berduaan saja di bawah satu atap, meskipun sudah sah disebut suami isteri – Malaikat Gabriel mewartakan kepadanya bahwa dia akan menjadi ibu dari Mesias yang dijanjikan itu dengan cara mengandungnya melalui Roh Kudus. Ketika Yusuf diberitahukan mengenai kehamilan Maria dalam sebuah mimpi oleh "seorang malaikat Tuhan", dia terkejut; namun malaikat itu berpesan agar Yusuf tidak gentar dan mengambil Maria sebagai isterinya. Yusuf mematuhinya dengan secara resmi melengkapi ritus pernikahan itu.

File: Annonciation L 'de 1644, Philippe de Champaigne .. jpg
Malaikat Agung Gabriel mewartakan khabar kepada Maria

Karena malaikat telah memberitahukan Maria bahwa Elizabet, yang sebelumnya mandul, kini secara ajaib telah mengandung, Maria lalu segera mengunjungi kerabatnya itu, yang tinggal bersama suaminya Zakaria di sebuah kota Yudea "di daerah perbukitan" (kemungkinan di Yuttah}, bersebelahan dengan Maon, sekitar 160 km dari Nazareth). Begitu Maria tiba dan menyalami Elizabet, Elizabet dengan segera menyatakan Maria sebagai "ibu dari Tuhannya", dan atas pernyataan itu Maria menyanyikan sebuah kidung ungkapan syukur yang umum dikenal sebagai Magnificat. Tiga bulan sesudahnya, tampaknya segera setelah kelahiran Yohanes Pembaptis, Maria pulang ke rumahnya. Ketika kehamilan Maria sendiri makin membesar, tiba sebuah dekrit dari kaisar Romawi Augustus yang menitahkan agar Yusuf dan sanak keluarganya pergi ke Betlehem, sekitar 80 atau 90 mil (kurang lebih 130 km) dari Nazareth, untuk mengikuti sensus. Ketika mereka berada di Betlehem, Maria melahirkan putera sulungnya; namun karena tidak ada tempat bagi mereka di penginapan (tempat bernaung) yang disediakan bagi orang-orang asing, dia harus menggunakan sebuah palungan, atau tempat makan hewan, sebagai buaian bayi.

Sesudah delapan hari, anak itu disunat dan dinamai Yesus, menurut instruksi yang diberikan oleh "malaikat Tuhan" kepada Yusuf setelah Maria menerima anunsiasi, karena nama ini menunjukkan bahwa "dia [akan] menyelamatkan umatnya dari dosa-dosa mereka".

Setelah bayi Yesus berusia 40 hari, maka upacara-upacara tradisional tersebut dilanjutkan dengan penyerahan Yesus kepada Tuhan di Bait Allah di Yerusalem sesuai dengan aturan hukum bagi anak-anak sulung.

Maria dan Yusuf mengungsi ke Mesir dalam film "The Nativity"

Hal ini kemudian diikuti oleh kunjungan orang-orang majus dari Timur, pengungsian Yusuf beserta Maria dan Yesus ke Mesir, kembalinya mereka dari sana setelah mangkatnya Raja Herodes Agung sekitar tahun 2 atau 1 Sebelum Masehi, dan menetap di Nazaret (Matius 2). Maria tampaknya menetap di Nazaret selama kira-kira tiga puluh tahunan tanpa peristiwa-peristiwa istimewa. Dia terlibat dalam satu-satunya peristiwa di awal kedewasaan Yesus yang tercatat dalam Perjanjian Baru: pada usia dua belas tahun, Yesus terpisah dari orang tuanya dalam perjalanan pulang mereka dari perayaan Paskah Yahudi di Yerusalem lalu ditemukan di tengah para guru di Bait Allah. Kemungkinan besar antara peristiwa tersebut sampai dengan permulaan tampilnya Yesus ke depan umum, Maria menjadi janda, karena Yusuf tidak disebut-sebut lagi.

Maria dan Yesus dalam perkawinan di Kana dalam film "Gospel of John".

Setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dan dicobai oleh iblis di padang gurun, Maria hadir ketika Yesus mengerjakan mujizat pertamaNya di hadapan umum pada pesta pernikahan di Kana dengan mengubah air menjadi anggur berkat perantaraan Maria. Selanjutnya dalam beberapa peristiwa Maria hadir bersama "saudara-saudara" (Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas) serta "saudari-saudari" Yesus yang tidak disebutkan nama-namanya. Maria juga dilukiskan hadir pada peristiwa penyaliban Yesus, berdiri di dekat "murid yang dikasihi Yesus" bersama saudarinya Maria Klopas (kemungkinan besar Maria Klopas adalah orang yang sama dengan Maria ibu Yakobus muda dan Yusuf yang disebutkan dalam, serta Maria Magdalena. Pada daftar itu Matius 27:55 menambahkan "ibu anak-anak Zebedeus", yang diduga bernama Salome yang disebut-sebut dalam Markus 15:40, serta wanita-wanita lain yang telah mengikuti Yesus dari Galilea dan melayaniNya (disebutkan dalam Injil Matius dan Markus). Maria, menggendong jenazah puteranya, meskipun tidak tertulis dalam injil, merupakan motif yang umum dalam seni, yang disebut "pietà" atau "kesalehan".


Doktrin Kristiani Tentang Maria

Ada keragaman yang signifikan dalam doktrin Maria diterima oleh berbagai gereja Kristen. The Marian kunci doktrin agama Kristen diadakan di dapat secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Bunda Allah : menyatakan bahwa Maria, sebagai ibu Yesus karena itu Theotokos (Pembawa Allah), atau Bunda Allah.
  2. Virgin kelahiran Yesus : menyatakan bahwa Maria mengandung Yesus secara ajaib oleh tindakan dari Roh Kudus , namun tetap perawan.
  3. Dormition : memperingati Maria "tertidur" atau kematian alami sesaat sebelum Asumsi nya.
  4. Asumsi : doktrin yang menyatakan bahwa Maria dibawa ke Sorga tubuh baik pada, atau sebelum, kematiannya.
  5. Immaculate Conception : menyatakan bahwa Maria sendiri dikandung tanpa dosa asal .
  6. Keperawanan Abadi : menyatakan bahwa Maria tetap perawan sepanjang hidupnya, bahkan setelah tindakan melahirkan Yesus.


Maria dalam agama-agama non-Abrahamik (non kristiani).

Kwan-Yin


  1. Beberapa penganut agama-agama non-Abrahamik (non-Samawi), khususnya para penganut agama Wicca, menghubung-hubungkan Maria dengan Ibu Pertiwi dalam pelbagai tradisi Neo-pagan. 
  2. Beberapa umat Buddha bahkan pernah menghubung-hubungkan Maria dengan Kwan-Yin, Bodhisattva Welas-Asih yang dihormati oleh berbagai sekte Buddha di Tiongkok. 
  3. Para penganut agama Santeria menganggap Maria (sebagai Bunda Maria dari Regla) adalah Dewi Yemaja, dan Maria (sebagai "Virgen de la Caridad del Cobre") adalah Dewi Oshun.
Dalam hal ini, perbedaan dengan sudut pandang agama Kristiani adalah Maria sungguh adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat mulia, terpuji di antara wanita, memiliki posisi yang istimewa di mata Tuhan, namun tetaplah bukan seorang dewi atau pun makhluk setengah Tuhan. Ia tetap manusia biasa yang berkenan di mata Tuhan.


Dogma-dogma mengenai Maria.


Dogma-dogma Gereja Katolik Roma mengenai Maria memiliki dua fungsi: menyajikan ajaran-ajaran Gereja yang tidak dapat salah mengenai Maria dan hubungannya dengan Yesus Kristus, dan memuji Maria serta memuji karya Allah pada diri Maria melalui Maria sendiri. Semua dogma mengenai Maria mengajarkan tentang putranya yang kudus dan menyoroti kekudusan Yesus Kristus. 

Saat ini terdapat empat dogma mengenai Maria di antara banyak ajaran lain mengenai Sang Perawan Suci:
  1. Keperawanan Selamanya merupakan simbol pembaptisan, didogmakan sejak  abad ketiga 'Keperawanan Maria Selamanya' berarti Maria adalah seorang perawan sebelum, selama dan sesudah melahirkan.
  2. Bunda Allah, didogmakan sejak Konsili Efesus (431), Maria adalah benar-benar Bunda Allah karena kesatuannya dengan Kristus, Putra Allah.
  3. Pembuahan Suci  didogmakan sejak Paus Pius IX (1854) Maria, pada saat dirinya diciptakan, dijaga kesuciannya dari dosa asal.
  4. Pengangkatan Tubuh ke Surga didogmakan sejak Paus Pius XII (1950) Maria, setelah menyelesaikan jalan hidupnya di bumi, diangkat tubuh dan jiwanya ke keagungan surga.


Liku-liku Penghormatan Kepada Santa Maria.
  • 2 sampai 5 abad
Devosi kepada Maria Kristiani kembali ke abad ke-2 dan mendahului munculnya sistem Marian tertentu liturgi pada abad ke-5, setelah Konsili Efesus pada tahun 431. Dewan itu sendiri diadakan di sebuah gereja di Efesus yang telah didedikasikan kepada Maria sekitar seratus tahun sebelum. Di Mesir penghormatan Maria telah dimulai pada abad ke-3 dan istilah Theotokos digunakan oleh Origenes , yang Aleksandria Bapa Gereja.

Doa awal dikenal Marian (yang Tuum Sub presidium , atau bawah-Mu Perlindungan) adalah dari abad ke-3 (mungkin 270), dan teks yang ditemukan kembali pada tahun 1917 di papirus di Mesir. Setelah Edict of Milan pada tahun 313, dengan gambar abad ke-5 artistik Maria mulai muncul di gereja-gereja dan masyarakat yang lebih besar sedang didedikasikan untuk Maria, misalnya S. Maria Maggiore di Roma.

  • Abad Pertengahan
Para Abad Pertengahan melihat banyak legenda tentang Maria, dan juga orang tuanya dan bahkan kakek-nenek.  Pada abad ke-7 dan ke-8 empat lainnya Marian pesta didirikan di Gereja Timur . Di Gereja Barat pesta didedikasikan untuk Maria, tepat sebelum Natal dirayakan di Gereja Milan dan Ravenna di Italia pada abad ke-7. Keempat Romawi Marian pesta dari Pemurnian, Asumsi Annunciation, dan Kelahiran Maria secara bertahap dan secara sporadis diperkenalkan ke Inggris pada abad ke 11.

Seiring waktu, jumlah dan sifat pesta (dan terkait Judul Maria ) dan praktek venerative yang menemani mereka telah bervariasi banyak di antara beragam tradisi Kristen. Secara keseluruhan, terdapat judul signifikan lebih, pesta dan venerative Marian praktek di kalangan Katolik Roma daripada tradisi Kristen lainnya.  Beberapa pesta tersebut berkaitan dengan peristiwa tertentu, misalnya Pesta Our Lady of Victory didasarkan pada kemenangan 1.571 dari Kepausan Negara dalam Pertempuran Lepanto .

  • Sejak Reformasi
Selama berabad-abad, pengabdian dan penghormatan kepada Maria telah sangat bervariasi di antara tradisi Kristen. Misalnya, sementara Protestan menunjukkan sedikit perhatian terhadap doa Marian atau devosi, dari semua orang kudus siapa menghormati Ortodoks, yang paling terhormat adalah Maria, yang dianggap "lebih terhormat daripada Kerub dan lebih mulia daripada Seraphim . "

Ortodoks teolog Sergei Bulgakov menulis: "Cinta dan penghormatan dari Santa Perawan Maria adalah jiwa kesalehan Ortodoks Sebuah iman dalam Kristus yang tidak termasuk ibunya adalah iman yang lain, yang lain Kristen dari yang dari Gereja Ortodoks.."

Meskipun Katolik dan Ortodoks dapat menghormati dan memuliakan Maria, mereka tidak melihat dia sebagai ilahi, juga tidak menyembah dia. Katolik melihat Maria sebagai bawahan kepada Kristus, tetapi unik sehingga, dalam arti bahwa ia terlihat seperti di atas semua makhluk lainnya.  Demikian pula Teolog Sergei Bulgakov menulis bahwa meskipun pandangan Ortodoks Maria sebagai "lebih unggul dari semua makhluk yang diciptakan" dan "tak henti-hentinya berdoa untuk syafaat nya "dia tidak dianggap sebagai" pengganti Mediator Satu "yang adalah Kristus. "Biarkan Maria berada dalam kehormatan, tetapi biarkan ibadah diberikan kepada Tuhan" tulisnya. Demikian pula, umat Katolik tidak menyembah Mary, tapi memuliakan dirinya. Katolik menggunakan istilah hyperdulia untuk penghormatan Marian daripada latria yang berlaku untuk Tuhan dan dulia untuk orang-orang kudus lainnya. Definisi dari hirarki tingkat tiga latria, hyperdulia dan dulia kembali ke Konsili Nicaea pada 787.

Devosi kepada penggambaran artistik Mary bervariasi antara tradisi Kristen. Ada tradisi panjang Katolik Roma Marian seni dan gambar tidak meresapi seni Katolik seperti halnya citra Madonna dan Anak . Ikon Perawan adalah tanpa diragukan ikon yang paling dihormati di kalangan Ortodoks tersebut. [64] Kedua Katolik Roma dan gambar menghormati Ortodoks dan ikon Maria, mengingat bahwa Konsili Nicaea pada 787 diizinkan penghormatan mereka dengan umat Katolik dengan pemahaman bahwa mereka yang menghormati gambar yang memuja realitas orang yang diwakilinya, dan Sinode 842 Konstantinopel mendirikan sama untuk Ortodoks. The Ortodoks, namun hanya berdoa dan memuliakan datar, dua dimensi ikon dan bukan tiga dimensi patung.

The Anglikan Posisi terhadap Maria pada umumnya lebih lunak daripada Protestan pada umumnya dan dalam buku yang ditulisnya tentang berdoa dengan ikon Maria, Rowan Williams , yang Uskup Agung Canterbury mengatakan: "Ini bukan hanya bahwa kita tidak dapat memahami Mary tanpa melihatnya sebagai menunjuk kepada Kristus,. kita tidak dapat memahami Kristus tanpa melihat perhatiannya kepada Maria ".

Pada abad ke-16 di Inggris, penghormatan terhadap Maria menjadi sebuah isu sentral dalam kontroversi umum menyangkut makna ayat-ayat Kitab Suci, citra-citra religius, dan praktik-praktik religius dalam kehidupan Kristiani. Beberapa tokoh terkemuka di Inggris pada abad ke-16 menganggap ziarah ke tempat-tempat ziarah yang didirikan untuk menghormati Maria serta berdoa rosario itu tidak-Alkitabiah, "takhyul", dan/atau pemberhalaan. 

Sejak tahun 1535 sampai 1538, di bawah perintah Raja Henry VIII, seluruh tempat-tempat ziarah Kristiani di Inggris dihancurkan karena para reformer Protestan percaya bahwa tempat-tempat itu berpengaruh buruk terhadap kerohanian masyarakat. Banyak dari tempat-tempat ziarah yang dihancurkan tersebut adalah tempat-tempat ziarah yang didirikan untuk menghormati Maria, di antaranya adalah tempat ziarah Our Lady of Walsingham yang sangat populer, serta berbagai pusat ziarah lainnya di Ipswich, Worcester, Doncaster, dan Penrise. Tempat ziarah Our Lady of Walsingham telah diziarahi oleh dua dari kelima isteri Henry, yakni Catherine Aragon dan Anne Boleyn. Kedua wanita itu juga wafat sekitar waktu penghancuran tempat ziarah tersebut pada tahun 1538.

Sumber : 
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Maria, Halaman terakhir diubah pada , 5 Oktober 2012 02.21 UTC.
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Mary_(mother_of_Jesus)

Anda perlu baca juga :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...